Sandera di Filipina dibebaskan

Peta Filipina
Image caption Pulau Mindanao dikenal sebagai kawasan bergolak di Filipina

Kelompok penjahat bersenjata di Filipina membebaskan puluhan siswa dan guru yang mereka sandera selama beberapa jam di daerah selatan.

Perkembangan ini disampaikan oleh beberapa pejabat militer.

Setidaknya 65 orang ditangkap di sebuah sekolah dasar di dekat Prosperidad di pantai timur Pulau Mindanao.

Juru bicara militer Letkol Romeo Brawner kepada BBC mengatakan semua sandera telah dibebaskan.

Wartawan BBC mengatakan tidak ada indikasi kasus ini terkait dengan pembunuhan 57 orang di Mindanao bulan lalu.

Beberapa pihak mengatakan di wilayah Filipina Selatan hukum tidak efektif berlaku.

Sekitar 15 orang bersenjata yang oleh pemerintah digambarkan sebagai anggota kelompok penjahat, ambil bagian dalam penculikan hari Kamis.

'Ajukan permintaan'

Letkol Brawner kepada BBC mengatakan pada awalnya para penjahat membebaskan sekitar 18 anak dan satu orang dewasa. Setelah itu satu demi satu sandera dibebaskan.

Kepala Kepolisian Filipina Marco Archinue kepada kantor AFP mengatakan orang-orang bersenjata tersebut pada awalnya meminta semua dakwaan terhadap mereka, termasuk pembunuhan dan perampokan dibatalkan.

Insiden ini terjadi di kawasan yang biasa dipakai oleh pemberontak komunis melancarkan operasi, meski penculikan ini diyakini tidak terkait dengan pemberontakan yang telah berlangsung selama 40 tahun.

Diyakini pula kasus ini tidak memiliki kaitan dengan pemberontakan kelompok separatis Muslim yang juga berlangsung di Pulau Mindanao.

Kelompok separatis Muslim ini saat ini sedang berunding dengan pemerintah.

Mindanao dikenal sebagai kawasan yang bergolak. Di salah satu provinsi di pulau ini telah diberlakukan keadaan darurat setelah terjadi pembunuhan politis dengan korban mencapai 57 orang.