Perunding lanjutkan negosiasi iklim

KTT perubahan iklim
Image caption Perundingan kembali bergulir setelah sempat terhenti

Para perunding di perundingan iklim PBB di Kopenhagen, Denmark berjuang untuk mengejar jadwal setelah negara-negara berkembang menghentikan pembicaraan selama lima jam.

Masih banyak isu yang masih belum terpecahkan, sementara kepala negara dan pemerintahan mulai berdatangan di Kopenhagen.

Penandatanganan kesepakatan diharapkan bisa dilakukan hari Jumat.

Dan, kecurigaan masih tetap kuat di kalangan negara miskin bahwa negara besar dan kaya bersekongkol menghadang mereka, mendorong aksi walkout dari tempat perundingan.

Perundingan informal akan dilanjutkan bersamaan dengan dua "jalur paralel" yang dipilih oleh negara-negara berkembang khususnya untuk mempertahankan Protokol Kyoto.

Menyusul penghentian sementara perundingan hari Senin, beberapa sesi pembahasan dilanjutkan semalam untuk mengejar waktu yang terbuang.

Protokol Kyoto

Pembahasan sempat dihentikan menyangkut hal-hal yang diajukan oleh negara-negara Afrika dan didukung oleh negara-negara berkembang yang tergabung dalam G77/Cina.

Tuan rumah Denmark dituduh mengesampingkan perundingan mengenai Protokol Kyoto dengan cara menggabungkan masalah-masalah yang belum rampung dalam sesi pembahasan informal tunggal.

Kelompok negara-negara berkembang bersikeras bahwa negara-negara maju yang terikat protokol, kecuali Amerika Serikat, harus membuat komitmen mengurangi lagi emisi berdasarkan traktat itu.

Image caption Jumlah pengunjung melebihi kapasitas gedung pertemuan

Setelah berunding dengan pejabat Denmark dan PBB, perundingan informal kemudian dipecah sesuai dengan permintaak kelompok G77/Cina.

Satu kelompok, yang diketuai oleh Indonesia dan Jerman, mengkaji kemungkinan pemotongan emisi oleh negara-negara maju berdasarkan Protokol Kyoto.

Kelompok diskusi kedua, yang dipimpin Ghana, mengkaji pembiayaan jangka panjang guna membantu negara-negara miskin melindungi mereka dari dampak perubahan iklim.

Sementara itu, seorang delegasi Cina mengatakan kepada BBC bahwa Cina tidak akan menerima tawaran dana dari negara-negara barat untuk mengatasi dampak perubahan iklim.

Perkembangan ini, lapor wartawan BBC Richard Black, tampaknya memiliki bobot politis di Amerika karena sebagian wakil rakyat berpandangan bahwa langkah-langkah pemotongan emisi gas

rumah kaca tidak boleh melibatkan pemberian uang kepada negara yang kemungkinan besar akan muncul sebagai saingan ekonomi terbesar bagi Amerika.

Berbagai lembaga swadaya masyarakat menyampaikan protes karena banyak aktivis tidak diizinkan masuk ke tempat sidang.

Jumlah orang yang mengajukan diri hadir dalam sidang jauh lebih besar jika dibandingkan kapasitas gedung konferensi Bella Center.

Jumlah LSM yang diizinkan masuk akan semakin berkurang pekan ini karena alasan keamanan ketika para kepala negara hadir.