Pembicaraan menteri dimulai

Copenhagen Demo
Image caption Aktivis lingkungan akan menggelar demo besar hari Rabu

Para menteri lingkungan memulai pembicaraan dalam KTT perubahan iklim di Kopenhagen ditengah-tengah ancaman aksi besar yang dilakukan oleh pegiat lingkungan.

Para aktivis ini marah karena hingga saat ini KTT berjalan lambat dan mengancam akan mengganggu proses perundingan.

Pembicaraan mengalami jalan buntu terutama untuk pembahasan masalah pemangkasan emisi dan bantuan keuangan untuk negara miskin.

Selama hampir dua hari, ribuan aktivis telah mengantri untuk memasuki tempat KTT berlangsung tapi banyak yang gagal.

Sekarang, disaat para menteri memulai pembicaraan, penyelenggara semakin membatasi jumlah delegasi yang diijinkan masuk.

Juru bicara dari kelompok Keadilan untuk iklim mengatakan aksi demonstrasi akan semakin membesar dan akan menjadi gerakan ''mengabaikan secara massal'' pada Rabu ini.

Kelompok ini mengatakan sekitar 15.000 aktivis telah ''mengunci'' KTT dengan menolak akreditasi KTT.

Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, yang saat ini sudah berada di Kopenhagen mengatakan saat ini adalah masa yang kritis.

"Ini adalah masa yang sangat penting bagi dunia'', kata Brown.

"Sangat memungkinkan kalau kita tidak bisa mencapai satu perjanjian dan juga benar ada banyak masalah yang harus diselesaikan. Tapi saya tetap berkeyakinan, untuk melakukan apapun untuk membawa dunia bersama.''

Batu sandungan

Pembicaraan tingkat tinggi dimulai pada Selasa, dengan agenda pertemuan para menteri lingkungan hidup dan perunding dari 193 negara yang terus berupaya mencapai persetujuan dalam sejumlah masalah utama.

Lebih dari 120 pemimpin negara akan bergabung dengan pembicaraan pada Kamis (17/12/09) guna mencapai sebuah kesepakatan pada Jumat.

Hanya beberapa hari sebelum batas waktu penutupan, masih belum jelas arah kesepakatan dalam KTT ini.

Sejumlah isu tersebut diantaranya adalah @

  • ukuran pemangkasan emisi bagi negara berkembang
  • jumlah dana yang harus dikumpulkan dan dikeluarkan, dan
  • yang paling penting, apakah ada sebuah kesepakatan mengenai peningkatan iklim menjadi 2 Celcius atau hanya 1,5 Celcius.

Presiden AS Barack Obama yang akan bergabung di KTT minggu depan berkeyakinan KTT ini akan menghasilkan sebuah persetujuan.

"Presiden meyakini apa yang akan kami capai, sebuah perjanjian operasional yang masuk akal di Kopenhagen dalam beberapa hari lagi'', kata juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs dalam keterangan pers.

Namun juru runding Amerika di KTT mengatakan dia tidak mengharapkan adanya pemangkasan emisi karbon lebih banyak lagi di AS.

Negara berkembang menuduh negara industri justru melangkah mundur dalam pencapaian sebuah komitmen perubahan iklim.

Berita terkait