Orang tua bocah balon AS dipenjara

Richard dan Mayumi Heene
Image caption Jaksa penuntut meminta hukuman penjara untuk mencegah orang lain melakukan hal yang sama

Laki-laki Amerika yang memicu pencarian besar-besaran dengan berbohong dan mengatakan anaknya dibawa terbang sebuah balon helium dijatuhi hukuman penjara 90 hari, dan istrinya divonis 20 hari.

Richard Heene, 48 tahun, dan istrinya yang bernama Mayumi, 45 tahun, mengatakan pada bulan Oktober lalu bahwa anak laki-laki mereka dibawa terbang oleh balon itu.

Putra mereka yang berusia enam tahun Falcon Heene akhirnya ditemukan bersembunyi di rumah mereka.

Di pengadilan Colorado, Richard Heene tampak berusaha tidak meneteskan air mata ketika dia meminta maaf kepada para petugas penyelamat dan masyarakat setempat dan mengaku dirinya "sangat, sangat menyesal".

Hakim juga memerintahkan hukuman percobaan selama empat tahun bagi pasangan itu dan dilarang menerima segala bentuk keuntungan keuangan dari kasus itu.

Heene dan istrinya Mayumi menyatakan bersalah terhadap dakwaan bahwa mereka melakukan kebohongan terkait kasus balon terbang itu untuk mempromosikan acara televisi realitas mereka.

'Uang yang terbuang'

Jaksa penuntut mengatakan pasangan itu harus mendapat hukuman penjara untuk mencegah orang lain melakukan kebohongan yang sama untuk mendapatkan keuntungan dan publisitas.

Dia mengatakan Richard Heene sudah "membuang-buang sumber daya manusia dan banyak uang pajak untuk mendapatkan publisitas bagi dirinya sendiri".

Dia mengatakan pasangan itu tidak bertindak dengan sepengetahuan televisi apapun, tetapi bahwa mereka "memikirkan publisitas palsu itu atas prakarsa mereka sendiri, bukan untuk mendapatkan kontrak dengan acara televisi tetapi paling tidak untuk mempublikasikan nama mereka dengan harapan ada perusahaan yang mau membuatkan acara televisi."

"Karena itu," kata jaksa penuntut, "mereka harus dihukum".

Richard Heen akan dibolehkan menghabiskan 60 hari dari hukuman 90 hari yang diterimanya dengan bekerja di siang hari sebagai kontraktor bangunan dan tidur di penjara.

Dia akan memulai hukumannya tanggal 11 Januari 2010.

Mayumi Heene akan memulai hukumannya setelah hukuman suaminya selesai untuk memastikan anak-anak mereka tetap diasuh salah satu orang tuanya.

Pasangan itu sudah diperintahkan untuk membayar denda sebesar$42.000 untuk mengganti biaya pelayanan darurat dan operasi pencarian.