Feri tenggelam, ratusan hilang

Keluarga korban
Image caption Keluarga korban di Manila menanti kepastian nasib penumpang

Ratusan orang hilang di Filipina setelah feri yang membawa mereka terbalik akibat topan Fengshen yang melanda wilayah itu 22 Juni 2008.

Para pejabat setempat mengatakan feri tersebut terdampar di lepas pantai Pulau Sibuyan ketika mesinnya mati di perairan yang sedang berombak besar.

Seorang saksi mata mengatakan feri yang bernama Prince of Star itu terbalik dan haluan kapal terlihat menonjol keluar dari permukaan laut.

Pihak penjaga pantai Filipina mengatakan hanya menemukan 3 korban yang selamat dan tidak ada tanda-tanda kehidupan lain di sekitar tempat feri tenggelam.

Seorang anggota keluarga dari korban yang tewas, menyesalkan kenapa feri masih diijinkan berlayar di tengah cuaca buruk.

"Mereka mestinya tidak membiarkan kapal itu berlayar karena angin topan akan datang. Tapi kenapa mereka biarkan juga berlayar," kata Isadora Salinas.

Prince of Star membawa sekitar 700 penumpang lebih dan para penduduk di Pulau Sibuyan melaporkan menemukan 4 jenazah, sepatu anak-anak, serta baju pelampung yang hanyut terbawa ke pantai.

Walikota San Fernando, Nanette Tansingco mengatakan gelombang laut terlalu keras untuk langsung mengirim kapal penyelamat.

Banjir badang

Sementara itu di wilayah lain Filipina, sekitar 60 orang tewas karena banjir bandang dan tanah longsor akibat Topan Fengshen ini.

Di Propinsi Iloilo 30 orang tewas dan pemerintah setempat mengatakan kawasan yang terkena banjir tampak seperti samudra.

Kepala pemerintahan Ilo-ilo, Manuel Megorada, mengatakan hampir semua wilayahnya terendam air.

"Hampir semua kecamatan di propinsi kami terendam banjir dan kemarin praktis tidak ada kampung yang tidak berada di bawah air sehingga para penduduknya duduk di atap rumah tanpa makanan, tanpa air bersih, dan kedinginan," tuturnya.

Topan Fengshen masih membawa hujan lebat di pulau utama Luzon saat mengarah ke Utara dan Barat.

Sejumlah kawasan di Filipina menderita putusnya aliran listrik sementara pelayaran dan penerbangan ditunda.

Filipina merupakan salah satu negara yang sering dilanda badai dengan sekitar 20 badai setiap tahunnya.