Anwar tuntut akses bukti medis

anwar
Image caption Anwar Ibrahim kembali dikenai dakwaan sodomi

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim menuntut akses bukti medis kasus dugaan sodomi yang dikenakan kepadanya.

Sidang kasus sodomi yang digelar di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur itu untuk sementara ditunda menunggu keputusan sidang banding untuk pemberian akses bukti medis yang sebelumnya ditolak pengadilan yang lebih rendah.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

''Kalau mau mulai sidang pengadilan sekarang juga, ayo, kami siap,'' kata Anwar Ibrahim di persidangan.

''Tetapi beri kami dokumen medis itu. Bagaimana kami mau mengecek DNA kalau tidak ada dokumen?''

Pembela Anwar Ibrahim, Sankara Nair, kepada BBC Indonesia mengatakan mereka tidak akan bisa membela kliennya dengan baik kalau tidak diberi akses bukti medis yang diajukan jaksa penuntut.

''Besok (Rabu, 3/2) kami akan melakukan kajian banding mengenai permohonan kami ini di hadapan Hakim Agung bersama jaksa penuntut secara tertutup,'' kata Sankara Nair.

''Kalau harus melakukan pembelaan maka mutlak kami harus mempunyai bukti-bukti yang dituduhkan kepada klien kami.''

''Dalam kasus ini, bukti seperti catatan dokter maupun mereka yang memeriksa, itulah yang kami perlukan.''

''Kalau tidak, bagaimana kami akan memberi nasehat hukum kepada klien kami?'' tanya Sankara Nair.

Pemerintah membantah

Mantan wakil perdana menteri Anwar Ibrahim selalu bersikukuh, tuduhan sodomi yang ditujukan kepada dirinya adalah konspirasi pemerintahan untuk menghentikan karir politiknya.

Anwar menuntut PM Najib Rajak dan istrinya untuk bersaksi di pengadilan karena menurutnya Saiful Bukhari Azlan - pemuda berusia 24 tahun yang pernah bekerja sebagai relawan kampanye Anwar, sebelum mebuat tuduhan sodomi - berkunjung terlebih dahulu ke rumah Najib Rajak.

Pemerintah Malaysia sejak awal mengatakan pemerintah tidak terlibat dalam pengadilan dan menurut kantor berita Reuters tidak ada yang bersedia memberi komentar mengenai dakwaan kepada Anwar Ibrahim ini.

Bukan sekali ini Anwar menghadapi dakwaan sodomi. Tuduhan pertama muncul pada tahun 1998 ketika dia berada di jajaran elit kekuasaan Malaysia.

Anwar diganjar hukuman sembilan tahun penjara. Namun dia kemudian dinyatakan tidak bersalah oleh Mahkamah Agung setelah menjalani hukuman selama enam tahun.

Berita terkait