Terbaru  3 Februari 2010 - 15:17 GMT

Anwar Ibrahim bantah sodomi

Mantan wakil perdana menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengatakan di pengadilan Kuala Lumpur hari Rabu (2/2) bahwa dia tidak melakukan sodomi (liwat) seperti didakwakan jaksa.

Pemimpin koalisi oposisi Pakatan Rakyat itu mengatakan di mahkamah agung Malaysia, dakwaan pidana terhadap dirinya itu semata-mata bermotifkan politik.

Pemimpin oposisi yang berhasil memperkecil kekuatan pemerintah di parlemen itu bisa dijatuhi hukuman penjara 20 tahun dan dilarang berpolitik selama lima tahun jika terbukti bersalah.

Akan tetapi, orang yang mengaku menjadi korban sodomi, Mohamad Saiful Bukhari Azlan, 24, memberikan kesaksian yang rinci mengenai perbuatan yang tergolong tindak pidana itu.

Tilas DNA Anwar

Jaksa penuntut mengatakan Anwar melakukan hubungan seks dengan staf laki-lakinya, dan mereka mengatakan tilas (bekas) DNA Anwar ditemukan dalam pemeriksaan medis terhadap Mohamad Saiful sebagai pihak yang membuat pengaduan kepada kepolisian.

Homoseksual adalah perbuatan melawan hukum di Malaysia.

Ini bukan pertama kali pemimpin oposisi yang karismatis itu dikenai dakwaan sodomi.

Dia menjalani hukuman penjara enam tahun untuk kasus sodomi pertama yang didakwakan kepadanya menyusul pemecatan dirinya dari jabatan wakil perdana menteri pada tahun 1998 oleh perdana menteri waktu itu, Mahathir Mohamad.

Dalam dakwaan sodomi pertama itu, pengadilan banding membatalkan hukuman atas Anwar Ibrahim.

Anwar menjadi lawan berat bagi PM Najib Razak yang koalisi Barisan Nasional-nya telah berkuasa selama 50 tahun lebih.

'Dengki dan jahat'

Sidang kasus Anwar ini sempat ditunda berkali-kali, tetapi dengan mudah digelar kembali.

Saya marah dan ketakutan. Saya menolak ajakannya itu. Saya bilang, saya tidak mau melakukan itu.

Mohamad Saiful Bukhari Azlan

Para pengacaranya mencoba upaya terakhir untuk melihat lebih bukti-bukti medis, DNA dan rekaman CCTV yang mereka katakan sangat penting untuk memberikan pembelaan yang tepat.

Tetapi seorang hakim memutuskan tidak ada alasan untuk menunda lagi persidangan, dan akhirnya Anwar berhadapan langsung dengan orang yang menuduhnya, Mohamad Saiful Bukhari Azlan, di pengadilan tinggi.

Saiful mengatakan Anwar mengajak dia melakukan hubungan seks di satu apartemen di Kuala Lumpur.

"Saya marah dan ketakutan," kata Saiful di pengadilan seperti dilaporkan kantor berita Reuters. "Saya menolak ajakannya itu. Saya bilang, saya tidak mau melakukan itu."

Tuduhan ini dihembuskan oleh para aktor politik dengan menggunakan jalur hukum untuk tujuan itu.

Anwar Ibrahim

Pihak penuntut mengatakan, air mani Anwar ditemukan dalam pemeriksaan medis Saiful, dan mengatakan mereka akan membawa bukti ini ke persidangan.

Anwar menyebut tuduhan sodomi itu "dengki" dan "jahat".

"Tuduhan ini dihembuskan oleh para aktor politik dengan menggunakan jalur hukum untuk tujuan itu," kata Anwar di depan pengadilan tinggi.

Motif politik

Dalam wawancara dengan Asyari Usman dari BBC Indonesia, pemerhati politik dari Universitas Kebangsaan di Kuala Lumpur, Ahmad Nidzamuddin Sulaiman, mengatakan penyidangan kasus sodomi Anwar yang kedua ini penuh dengan muatan politis.

"Banyak yang melihatnya penyidangan ini bukan sebagai langkah hukum. Masyarakat awam melihat ini sebagai langkah politik untuk memenjarakan Awnar," kata Ahmad Nidzamuddin.

"Supaya beliau tidak lagi aktif atau tidak bisa aktif dalam politik," tambanya.

Ketika ditanya bagaimana perlakuan media massa Malaysia terhadap kasus sodomi kedua ini dan apakah meeka bisa melaporkannya secara bebas, Ahmad Nidzamuddin mengatakan bahwa di Malaysia ada sekelompok media cetak yang memang mendukung pemerintah.

Anwar Ibrahim dan isetrinya, Wan Azizah Ismail, di pengadilan

Anwar dan isterinya, Wan Azizah Ismail

"Di Malaysia ini ada sekumpulan media massa yang kita anggap sebagai aliran perdana termasuk Utusan Malaysia, Berita Harian, New Straits Times dan beberapa lagi.

"Mereka ini tampaknya tidak bisa bebas dari kepentingan pemerintah. Jadi, saya merasakan mereka ini tidak bisa menyiarkan berita dengan sebenar-benarnya," kata dosen ilmu politik itu.

Dia mengatakan, rata-rata masyarakat Malaysia akan membaca media alternatif seperti blog untuk mendapatkan ulasan yang dianggap lebih netral tentang kasus Anwar.

Mereka ini tampaknya tidak bisa bebas dari kepentingan pemerintah. Jadi, saya merasakan mereka ini tidak bisa menyiarkan berita dengan sebenar-benarnya.

Ahmad Nidzammuddin Sulaiman

Menurut Ahmad Nidzamuddin, penyidangan kasus sodomi ini tidak akan berdampak negatif kepada Anwar. Sebab, kalangan pendukung mantan PM itu paham bahwa pengadilan kali ini pun sepenuhnya bermuatan politis.

"Bagi orang awam, saya percaya ini tidak akan mencemarkan nama beliau atau kedudukan beliau sebagai pemimpin oposisi," ujar Ahmad Nidzamuddin.

Kehadiran internasional

Di ruang sidang, para diplomat dari Uni Eropa, Australia, Jepang dan Inggris ikut mengamati persidangan dan 70 orang berdesakan di sanggar publik termasuk Nik Aziz Nik Mat --tokoh Partai Islam se-Malaysia, PAS, yang menjadi mitra koalisi Pakatan Rakyat.

Sementara itu, rakyat jelata Malaysia melihat pula bahwa penyidangan Anwar ini hanya membuang-buang waktu.

Seorang warga yang menunggu di luar gedung pengadilan mengatakan seharusnya pemerintah melakukan pekerjaan yang lebih bermanfaat.

"Saya kira pemerintah harus menyediakan waktu lebih banyak untuk ekonomi dan peningkatan taraf hidup kami ketimbang berusaha memenjarakan orang ini," kata Mohammad Airifin Samsudin seperti dikutip kantor berita Reusters.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.