Terbaru  18 Februari 2010 - 13:37 GMT

Taruhan Malaysia dan Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim

Dua tahun lalu hanya sedikit warga Malaysia yang memperkirakan situasi politik negara itu dalam keadaan seperti sekarang.

Dalam pemilihan umum 2008, oposisi yang dipimpin Anwar Ibrahim menghancurkan mayoritas dua pertiga koalisi yang berkuasa.

Koalisi masih menang, namun babak belur akibat hasil pemilu terburuk dalam 50 tahun.

"Untuk pertama kali dalam sejarah Malaysia satu perubahan mungkin bisa terjadi, dan bukan mimpi yang tidak mungkin terwujud," ujar Lim Kit Siang, ketua Partai Aksi Demokrasi, DAP.

Hasil pemilihan itu hanya menambah perasaan benci terhadap Anwar Ibrahim dari kubu politik Malaysia yang sudah kokoh, dan Anwar Ibrahim dulunya adalah salah satu tokoh terkemuka dari kubu itu sendiri.,

Langkah tegas

Anwar Ibrahim kini adalah ketua oposisi yang semakin kuat dan banyak pengamat memandang pengadilan kasus sodomi yang kini berjalan kemungkinan besar berhubungan dengan kehidupan politiknya, bukan kehidupan pribadinya.

Koalisi yang berkuasa -Barisan Nasional- terdiri dari UMNO yang mendominasi, Asosiasi Cina Malaysia, MCA, dan Kongres India Malaysia, MIC.

Lim Kit Siang

Tidak diragukan sumbangan unik Anwar dalam menyatukan ketiga partai itu

Lim Kit Siang

Koalisi Pakatan Rakyat yang beroposisi terdiri dari Partai Keadilan pimpinan Anwar Ibrahim, Partai Islam Malaysia, PAS, dan Partai Aksi Demokrat, DAP ditambah sejumlah partai lain.

Pada bulan Desember 2009, Pakatan Rakyat mengadakan konperensi nasional yang menyetujui satu tantangan serius pada penguasa -memerintah Malaysia dengan dasar multi-etnis dan multi-kepercayaan.

Banyak pihak memandang kalkulasi politik yang dirancang kaum oposisi ini dibuat sebagai jawaban atas insiden serangan terhadap rumah-rumah ibadah akibat perselisihan soal penggunaan kata Allah yang beru-baru ini terjadi.

Sebagian kalangan menuduh pemerintah melakukan provokasi, dalam upaya membuat PAS keluar dari kubu oposisi dan pindah ke aliansi pro Muslim yang menentang Anwar Ibrahim.

Dan sebagian lagi justru menyebut Anwar Ibrahim bertanggungjawab.

"Saya memandang hal itu sebagai upaya beberapa tokoh masyarakat yang terkait dengan satu partai politik...untuk menguji ketegaran atau fleksibilitas toleransi kita yang sudah ada di dalam sistem sejak hari pertama kita merdeka atau bahkan sebelumnya," ujar anggota Dewan Agung UMNO, Idrir Haron.

"Siapa yang saya maksud? Anwar Ibrahim," tambahnya.

Dia kemudian mengingatkan kembali satu insiden yang terjadi beberapa dekade lalu dimana Anwar Ibrahim "mempermalukannya di depan umum", dan ini menggambarkan kebencian abadi terhadap ketua oposisi itu yang juga banyak dirasakan anggota UMNO.

'Terlalu rusak'

Pengkritik pemerintah yakin bukanlah satu kebetulan jika tuduhan yang diajukan kepada Anwar adalah sodomi -bukan kejahatan kerah putih, skandal dana atau konflik kepentingan, satu tuduhan yang dengan cepat bisa memukul identitas politisi Malaysia sebagai Muslim yang baik.

Rumah Ibadah

Partai Koalisi jual prinsip persamaan hak bagi semua suku dan agama

Sejumlah pemimpin UMNO menggambarkan Anwar Ibrahim sebagai "pengkhianat" suku Melayu, karena tuntutannya agar ada persamaan hak bagi semua warga akan membahayakan suku Melayu.

"Dia mengkhianati perjuangan bagi warga Melayu. Kami bersikap jujur dan siap menghadapi segala tuntutan hukum darinya," ujar mantan menteri dari UMNO Shahrir Samad.

Di kalangan oposisi, pengadilan ini memiliki masalah praktis -bagaimana mengambil alih pemerintah jika sang pemimpin berada di penjara?

"Tidak diragukan sumbangan unik Anwar dalam menyatukan ketiga partai itu," ujar Lim dari aliansi oposisi.

"Tetapi menurut saya jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi -yang kita harapkan tidak terjadi, meski kami harus bersikap realistis juga- saya yakin Pakatan Rakyat akan lebih dewasa dan bisa melewati ujian seperti ini," katanya.

Di dalam UMNO, sebagaian anggota mengisyaratkan bahwa upaya memperbaiki hasil pemilihan partai itu tidak bisa hanya dicapai dengan memenjarakan Anwar.

Statistik penduduk Malaysia

Kubu ini memandang kaum tua UMNO ketinggalan dengan aspirasi pemilih yang berusia lebih muda, lebih bersifat global dan mudah mempertanyakan sesuatu, dan terlalu mendengarkan kubu sayap kanan yang ekstrim di dalam partai itu.

UMNO tidaklah terlalu rusak untuk diselamatkan, menurut Zaid Ibrahim, mantan menteri hukum dari UMNO dan sekarang seorang ahli strategi oposisi.

"Tujuan UMNO (di tahun 1960 an) adalah mengangkat semangat warga Melayu," ujarnya.

"Tetapi kemudian berkembang menjadi mesin fasis, menyebarkan kebohongan bahwa warga Melayu akan hancur.

"Hal itu sangat fasis. Menurut saya setelah 20-30 tahun, mereka menjadi percaya dengan propaganda itu dan mereka tidak bisa mengendalikannya."

Sebagaian besar pengamat memuji Perdana Menteri Najib Razak sebagai tokoh yang mendukung pemerintah berhaluan tengah.

Najib sudah mengubah kebijakan khusus bagi warga Melayu dan mencanangkan pendekatan berdasarkan target bagi pemerintahnya, dengan harapan kesuksesan ekonomi akan bisa mengatasi masalah politik yang dihadapi partainya.

Seorang mantan petinggi UMNO lain, Tengku Razaleigh Hamzah, menggambarkan pemilu 2008 sebagai satu garis baru nasional yang menandati akhir kejayaan UMNO.

"Rakyat mengingkan politik yang lebih dari sekedar politik etnis-keagamaan," tetapi UMNO tampaknya suka menggali lubang sendiri, ujarnya dalam pidato beberapa waktu lalu.

UMNO kini "lebih ekstrim dan kehilangan hubungan dengan pemilih dari semua suku dan agama, yang tidak hanya khawatir dengan masalah ras atau identitas keagamaan, tetapi masalah penting seperti korupsi, keamanan, ekonomi dan pendidikan," ujarnya.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.