Banding Suu Kyi ditolak

Image caption Penolakan banding oleh MA berarti Suu Kyi tidak bisa ikut dalam pemilu 2010

Mahkamah agung di Birma menolak banding yang diajukan pemimpin pro-demokrasi, Aung San Suu Kyi, terhadap perpanjangan tahanan rumah atas dirinya.

Suu Kyi menghabiskan waktu 20 tahun terakhir ini menjalani tahanan meskipun partainya menang besar dalam pemilihan umum terakhir di Birma.

Pemerintah militer Birma mengabaikan hasil pemilu itu namun berencana melaksanakan pemilihan sendiri pada tahun 2010 ini.

Aung San Suu Kyi sudah tidak memenuhi syarat untuk ikut dalam pemilihan yang direncanakan ini.

Perpanjangan masa tahanan rumahnya dilihat oleh sebagian pemerhati sebagai jaminan lebih lanjut bagi militer bahwa dia juga tidak akan bisa berkampanye untuk para calon lain dalam pemilihan ini.

Suu Kyi semula akan dibebaskan pada bulan Mei 2009 tetapi dikenai dakwaan melanggar persyaratan tahanan rumah setelah seorang pria Amerika berenang melewati danau kecil dan masuk ke rumahnya.

Tahanan rumahnya diperpanjang pada bulan Agustus setelah dinyatakan bersalah sehubungan dengan insiden yang aneh itu.

Satu pengadilan rendah menolak pengajuan bandingnya pada bulan Oktober, dan penolakan di tingkat MA itu memang sudah diduga.

Pengadilan juga menolak banding yang diajukan dua wanita yang bekerja untuk Suu Kyi dan mereka dipernajarakan terkait insiden yang sama.

Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Suu Kyi menang besar dalam pemilihan umum yang ditolak hasilnya oleh militer di tahun 1990.

Para pengamat mengatakan junta militer masih mengkhawatirkan pengaruhnya di kalangan rakyat Birma.

Amerika Serikat, Uni Eropa, dan sejumlah negara lain memberlakukan sanksi tambahan terhadap rezim Birma karena perlakuannya terhadap Suu Kyi dan sekitar 2.000 tahanan politik lainnya.

Banyak pengkritik mengatakan rencana pemilu oleh militer itu akan cacad kalau pihak oposisi tidak dibolehkan mengajukan para calon mereka.

Pada saat yang sama, AS berbicara mengenai cara-cara untuk merangkul para penguasa Birma karena sanksi tidak menghasilkan perubahan sikap pemerintah militer Birma.