Terbaru  6 Maret 2010 - 09:59 GMT

Al Islam minta maaf atas komuni Katolik

Situs Utusan Karya

Uskup Agung Kuala Lumpur menuntut permintaan maaf

Majalah Muslim Malaysia Al Islam mengeluarkan permintaan maaf setelah dua wartawannya mengikuti komuni di Gereja Katolik di Malaysia.

Majalah itu menerbitkan laporan tentang dua wartawan mereka yang menyamar dan meludahkan roti komuni setelah masuk gereka untuk menyelidiki klaim bahwa ada remaja Muslim yang masuk Katolik secara ilegal.

"Majalah Al Islam meminta maaf...karena artikel itu secara tidak sengaja menyakiti perasaan umat Kristen, khususnya Katolik," kata majalah itu dalam situsnya Utusan Karya.

"Al Islam juga tidak bermaksud untuk menghina umat Kristen atau menganggu rumah ibadah mereka," menurut majalah bulanan yang melaporkan tentang berbagai hal terkait umat Muslim Malaysia.

Permintaan maaf itu muncul setelah Uskup Agung Kuala Lumpur Murphy Pakiam mengkritik pemerintah yang ia katakan tidak bertindak apa terkait insiden itu dan meminta permintaan maaf dari majalah tersebut.

Namun Jaksa Agung Abdul Gani Patail dikutip mengatakan kedua wartawan itu tidak mengerti arti penting roti komuni, yang bagi umat Katolik merupakan perwujudan tubuh Yesus Kristus.

Permintaan maaf itu bagi kami menuntaskan masalah

Mabel Sabastian

"Tindakan dua wartawan itu mungkin telah menyakiti hati orang namun saya rasa mereka tidak bermaksud menyinggung siapapun. Itu karena ketidaktahuan mereka," kata Abdul Gani.

Al Islam juga mengatakan dua wartawan itu telah meminta maaf karena "secara tidak sengaja menyakiti" umat Kristiani.

"Al Islam berharap insiden seperti ini tidak akan terjadi lagi," kata majalah itu.

Masalah antar agama

Mabel Sabastian, presiden Kuasa Hukum Masyarakat Katolik Malaysia, mengatakan kelompok itu menerima permintaan maaf itu dan mengatakan tidak akan mengambil langkah lebih lanjut.

Sebelumnya organisasi ini juga mendesak pemerintah agar mengambil tindakan terhadap majalah tersebut.

Bulan Januari lalu terjadi sejumlah insiden pembakaran gereka dan mesjid yang dipicu oleh sengketa soal penggunaan kata Allah oleh non Muslim.

Masalah ini membuat tegang hubungan antara pemeluk Islam dan kelompok minoritas termasuk Cina dan India.

Umat Kristen Malayasia terdiri dari sembilan persen dari 28 juta jumlah penduduk keseluruhan.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.