Mantan Ka militer Srilanka diadili

Sarath Fonseka
Image caption Jenderal Sarath Fonseka menyangkal telah melanggar peraturan

Mantan kepala militer Sri Lanka Sarath Fonseka menjalani sidang pertama mahkamah militer dengan dakwaan berpartisipasi di panggung politik saat masih sebagai tentara.

Persidangan ini kemudian ditunda hingga tanggal 6 April -dua hari sebelum pemilihan umum parlemen Sri Lanka.

Namun kandidat presiden yang kalah ini akan kembali menghadiri persidangan dalam kasus melanggar prosedur pembelian militer.

Jenderal Fonseka menegaskan tuduhan itu bermotivasi politik dan merupakan upaya mencegahnya ikut serta dalam pemilihan mendatang.

Fonseka ditangkap oleh militer bulan lalu. Dia kalah dalam pemilihan presiden saat melawan presiden saat ini Mahinda Rajapaksa dalam pemilu buan Januari.

Aksi protes yang menentang penangkapan dan pengadilan ini terjadi di Kolombo.

Jenderal Fonseka sebelumnya memimpin militer Sri Lanka saat mengalahkan para pemberontak Harimau Tamil yang selama 25 tahun terlibat perang saudara di negara itu.

Namun persekutuannya dengan Presiden Rajapaksa kandas setelah masing-masing bersikeras bertanggungjawab atas kemenangan itu -dan keduanya mempergunakan kemenangan atas Harimau Tamil untuk meraup suara dalam kampanye pemilu.

Pengadilan rahasia

Para pejabat pemerintah juga menuduh Jenderal Fonseka merencanakan kudeta dan membunuh Presiden Rajapaksa -tuduhan yang dibantahnya- namun tuduhan ini tidak akan diajukan dalam persidangan mahakam militer kali ini.

Image caption Presiden dan Fonseka bersiteru setelah mengalahkan Harimau Tamil

Pengadilan Mahkamah militer ini dilaksanakan di markas besar angkatan laut yang juga menjadi tempat penahanan Fonseka.

Fonseka diadili dalam persidang

Pengadilan yang dilaksanakan secara rahasia ini dipimpin oleh satu panel berpangkat lebih rendah dari Fonseka.

Rincian isi dakwaan terhadap Fonseka tidak diumumkan kepada masyarakat, namun sumber-sumber menyebut pengadilan ini akan memanggil 35 saksi mata dan Jenderal Fonseka diancam dengan hukuman penjara lima tahun.

Juru bicara militer Sri Lanka mengatakan pengacara Fonseka bisa hadir dalam persidangan dan bisa mengajukan banding ke pengadilan sipil jika dinyatakan bersalah.

Mantan ketua mahkamah agung Sri Lanka, Sarath Silva, mengatakan pengadilan militer ini melanggar Undang-Undang Dasar karena menurutnya Jenderal Fonseka tidak bisa diadili berdasarkan hukum militer.

Sartah Silva menegaskan Fonseka seharusnya diadili di pengadilan sipil.

Putri Jenderal Fonseka sebelumnya menuduh pemerintah mengadili ayahnya agar pensiunan jenderal ini tidak bisa ikut pemilihan parlemen tanggal 8 April mendatang.

Sebelum pengadilan militer ini, partai Aliansi Demokrasi Nasional pimpinan Jenderal Fonseka mengatakan dia tidak akan bekerja sama dengan proses peradilan ini.