Terbaru  25 Maret 2010 - 09:41 GMT

Email rasis polisi Australia diselidiki

Demo mahasiswa India

Demo mahasiswa India menentang perlakuan rasis di Australia

Sekitar 100 petugas kepolisian sedang diselidiki di negara bagian Victoria, Australia, karena berbagi email rasis.

Menurut laporan, pesan email itu memperlihatkan seorang pria nun-kulit putih sedang disiksa. Para anggota polisi yang diselidiki bisa dikenai hukuman berupa pemecatan karena mengedarkannya di komputer kepolisian.

Kepolisian Victoria pernah dikritik karena tidak memberikan tanggapan yang memadai atas serangkaian serangan terhadap para mahasiswa India di Melbourne.

Sebelumnya bulan ini, kepala kepolisian mengakui sejumlah anak buahnya bersikap rasis.

Para pakar komputer yang melacak email itu menemukan bahwa sejumlah orang menambahkan komentar rasis sebelum meneruskannya kepada para kolega, kata laporan surat kabar The Age terbitan Melbourne.

Ini merupakan serangkaian email yang sifatnya rasis atau pornografis, menurut kepala kepolisian Victoria, Simon Overland.

"Itu menyinggung perasaan dan pandangan saya adalah bahwa email itu menimbulkan keprihatinan di masyarakat kalau isinya dipublikasikan," katanya.

Belum lama ini, Overland terpaksa mengakui memang ada orang-orang rasis di jajaran pasukan kepolisian yang dipimpinnya.

Pengakuan ini menyusul laporan keras yang menuduh para petugas kepolisian menyiksa dan mencerca seorang pemuda Afrika.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.