Terbaru  26 Maret 2010 - 05:20 GMT

Vatikan: Paus tidak tutupi kasus

Vatikan membantah Paus Benedictus XVI tutupi kasus pelecehan seksual

Vatikan membantah tuduhan yang mengatakan Paus Benedictus XVI tak melakukan apapun atas dugaan pelecehan seksual 200 anak-anak tuna rungu oleh seorang pastor Amerika beberapa dekade lalu.

Sebuah tajuk di surat kabar Vatikan mengatakan tudingan itu adalah sebuah serangan tercela terhadap Paus dan menegaskan tidak pernah ada upaya menutupi-nutupi kasus apapun.

Tahun 1990, sejumlah uskup mempertanyakan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Pastor Lawrence Murphy ke sebuah kantor pemerintah Vatikan yang saat itu dipimpin seseorang yang kini bergelar Paus Benedictus XVI namun tidak pernah ada tanggapan.

Salah satu korban pelecehan seksual itu kepada BBC mengatakan Paus Benedictus XVI telah menutupi kasus itu selama bertahun-tahun.

Sang korban, Arthur Budzinski yang kini berusia 61 tahun mengatakan Paus harus mengakui semua hal yang dia ketahui soal kasus Pastor Lawrence Murphy.

"Itu semua tergantung padanya (Paus). Dia bertanggung jawab atas kasus-kasus semacam ini," kata Budzinski melalui seorang penterjemah.

Kredibilitas Gereja Katholik tengah menurun beberapa bulan belakangan ini akibat dituduh menutupi kasus-kasus fedofilia di Eropa. Kasus serupa pernah mengguncang Amerika Serikat sekitar delapan tahun lalu

Pastor Lawrence Murpy adalah seorang rohaniwan populer yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap 200 anak laki-laki di Sekolah Tuna Rungu St John di St Francis, Wisconsin, AS antara tahun 1950-1974.

Berdasarkan dokumen gereja, seorang uskup menulis surat kepada badan pengawas moral Vatikan tahun 1996. badan itu dipimpin Kardinal Joseph Ratzinger - kini Paus Benedictus XVI, untuk mempertanyakan kasus Pastor Murphy.

Sebuah pengadilan kanonik kemudian diusulkan oleh asisten Kardinal Ratzinger namun kemudian tidak jadi dilaksanakan karena muncul keberatan dari seorang uskup.

Ada sebuah konspirasi melawan Gereja Katholik

Kardinal Jose Saraiva Martins

Pastor Murphy juga pernah menulis surat kepada Kardinal Ratzinger mengatakan dia tengah sakit dan ingin menghabiskan hidupnya dalam kebahagiaan hidup sebagai biarawan.

Juru bicara Paus Federico Lombardi mengatakan berkas kasus Pastor Murphy baru diketahui Vatikan tahun 1996 atau dua dekade setelah keuskupan Milwaukee, Wisconsin mempelajari kasus itu dan hanya dua tahun sebelum Murphy meninggal dunia.

Vatikan, kata Lombardi, saat itu sudah meminta Keuskupan Milwaukee melarang Pastor Murphy melakukan pelayanan publik dan meminta Pastor Murphy bertanggung jawab atas perbuatannya.

Sementara itu juru bicara kepausan mencatat polisi saat itu memang menyelidiki dugaan pelecehan seksual itu namun tidak pernah menjadikan Pastor Murphy sebagai tersangka.

Surat Kabar L'Osservatire Romano terbitan Vatikan menulis dalam editorialnya bahwa tidak penah ada upaya menutupi kasus itu yang dilaporkan harian New York Times dalam terbitan hari Kamis.

L'Osservatore Romano bahkan mengatakan tuduhan itu adalah sebuah serangan yang amat tercela kepada diri Paus Benedictus XVI dan semua asistennya.

Salah satu pembantu dekat Paus, Kardinal Jose Saraiva Martins kepada wartawan mengatakan ada sebuah konspirasi melawan Gereja Katholik namun tidak menyebutkan orang yang bertanggung jawab atas konspirasi itu.

Wartawan BBC di Milwaukee Robert Pigott mengatakan kasus ini sangat mengejutkan tak hanya karena melibatkan seorang rohaniwan namun karena sang tersangka tetap bisa bekerja di keuskupan lain yang memungkinkan dia mengulangi perbuatannya.

Pigot menambahkan meski tak ada bukti kuat yang mengarah pada Kardinal Ratzinger, namun kasus ini membuat Vatikan menjadi sorotan dunia. Dan Paus harus menjawab semua tudingan.

'Sangat ramah'

Pastor Lawrence Murphy dituduh melakukan pelecehan seksual

Berdasarkan dokumen-dokumen yang dimiliki oleh New York Times menunjukkan bahwa pada tahun 1996, Paus, yang saat itu bernama Kardinal Ratzinger, dua kali tidak menanggapi surat-surat yang dikirim langsung kepadanya.

Surat-surat itu mengenai Pastor Lawrence Murphy, yang saat itu bekerja di satu sekolah tuna rungu di Wisconsin sejak tahun 1950-an.

Tiga uskup agung Wisconsin diberitahu bahwa Pastor Murphy melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak, tetapi tuduhan tersebut tidak dilaporkan kepada pihak berwenang Amerika pada waktu itu.

Para korban yang sekarang sudah separuh baya mengatakan kepada New York Times bahwa Pastor Murphy membuka celana mereka dan meraba-raba mereka di kantornya, di mobil, di rumah ibunya, pada saat kunjungan sekolah dan di tempat tidur anak-anak itu di asrama.

"Dia sangat ramah, sangat baik dan bisa memahami orang lain. Saya mengetahui dia berbuat salah, tetapi saya tetap tidak percaya," kata Artur Budzinski, 61, mantan murid di Sekolah St John bagi anak-anak Tuna Rungu di Milwaukee, Wisconsin.

Menurut surat kabar New York Times, Pastor Murphy kemudian secara diam-diam dipindahkan ke Keuskupan Superior di Wisconsin Utara tahun 1974, tempat dia bebas bekerja di tengah anak-anak sekolah selama 24 tahun.

Dia meninggal pada tahun 1998 dan masih menjabat pastor.

Jurubicara resmi Paus, Federico Lombardi, menyebut kasus itu sebagai "kasus tragis" tetapi dia menekankan bahwa Vatikan baru terlibat pada tahun 1996, ketika pihak berwenang Amerika menghentikan kasus itu.

"Selama pertengahan tahun 1970-an sebagian korban Pastor Murphy melaporkan pelecehan seksual kepada aparat Amerika," kata Pastor Lombardi dalam satu pernyataan.

"Kantor Jemaat bagi Doktrinasi Agama tidak diberitahu mengenai kasus ini sampai sekitar 20 tahun kemudian."

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.