Terbaru  27 Maret 2010 - 17:07 GMT

Kardinal Vatikan minta penertiban

Tekan makin keras terhadap Paus Benediktus

Tekan makin keras terhadap Paus Benediktus

Seorang kardinal senior Vatikan mengimbau agar dilakukan penertiban di tengah tekanan berat terhadap Paus Benediktus terkait skandal seks anak mulai dari Italia sampai ke AS.

Walter Kasper, yang mengepalai dewan penyatuan gereja Katolik, mengatakan keperluan para korban harus diutamakan.

Dalam pembelaan terhadap Paus, dia mengatakan kepada satu surat kabar Italia bahwa Gereja memerlukan "kultur waspada dan berani".

Sementara itu, kabar yang menyebutkan bahwa pemimpin gereja Katolik Irlandia akan dipaksa meletakkan jabatan, dibantah oleh jurubicaranya.

Kardinal Sean Brady meminta maaf atas perananya dalam menangani kasus pencabulan dengan mengatakan dia ingin bekerja ke arah penyelesaian yang adil dalam gugatan terhadap dirinya yang diajukan seorang pria yang mengaku dicabuli oleh seorang pastor.

Halalam utama Vatikan

Halaman utama Vatikan

Sejumlah pihak meminta supaya kardinal mengundurkan diri sejak terungkap bahwa dia menghadiri dua pertemuan di tahun 1970-an ketika para korban Pater Brendan Smyth disumpah agar tidak menceritakan kasus-kasus pencabulan tersebut.

Informasi yang diberikan oleh para korban tidak diteruskan kepada kepolisian dan Smyth terus saja mencabuli banyak anak lainnya sebelum akhirnya dihukum di Irlandia Utara dan di Republik Irlandia sehubungan 150 kasus pelecehan seks terhadap anak-anak.

Tidak surut

Dalam wawancara untuk harian Corriere della Sera, Kardinal Kasper mengatakan Paus Benediktus adalah "orang pertama yang merasakan perlunya aturan baru yang keras".

Kita perlu budaya waspada dan berani melakukan penertiban

Kardinal Walter Kasper

Sebagai kepala pengawas Vatikan, Kardinal Jospeh Ratzinger (yang sekarang menjadi Paus Benediktus) mengambil tindakan yang memicu banyak kasus dugaan pencabulan oleh para pastor diproses secara hukum.

"Kita perlu budaya waspada dan berani melakukan penertiban," kata Kardinal Kasper.

"Tidak ada istilah surut di jalan yang sedang kami tempuh sekarang dan ini bagus."

Wawancara Italia dengan kardinal itu muncul hari Sabtu pagi, beberapa jam setelah tiga pria tuna rungu yang mengatakan mereka berulang kali dicabuli oleh para pastor sewaktu mereka masih anak-anak di Italia utara, berhadapan langsung dengan jurubicara Geraja dalam acara utama TV.

Ketiga mantan murid di sekolah tuna rungu Verona itu bertanya mengapa orang-orang yang mencabuli mereka tidak dihukum.

Mereka menutut keadilan.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.