Aktivis gay protes Vatikan

bertone
Image caption Kardinal Bertone menghubungkan homoseksualitas dengan pelecehan anak

Kalangan gay mengecam pernyataan seorang pejabat Vatikan yang berupaya menghubungkan homoseksualitas dengan skandal pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Kelompok gay Inggris Stonewall mengatakan komentar seorang kardinal tersebut mengherankan karena masih harus mendapat perlakuan ''serangan mitos''.

Sebelumnya kardinal Tarcisio Bertone mengatakan homoseksualitas, bukan pengebirian yang menjadi latar belakang skandal pedofilia yang kini dihadapi Vatikan.

Kardinal Bertone yang merupakan menteri luar negeri Vatikan memberi pernyataan tersebut di Cile, tempat dia juga mendapatkan protes atas pernyataannya tersebut.

Kardinal Bertone sepertinya ingin menjinakan skandal yang tengah dialami gereja Katolik menyusul pelecehan anak laki-laki yang dilakukan sejumlah pastor, demikian laporan wartawan BBC David Willey dari Roma.

Sejumlah bukti lain yang ''mengejutkan'' terkait skandal pedofilia ini akan dibuka dalam waktu dekat.

'Ada dokumen pendukung'

Saat berkunjung ke ibukota Cile Santiago, Kardinal Bertone dalam sebuah konferensi pers mengatakan ''Banyak psikolog, banyak psikiater menunjukan kalau tidak ada hubungan antara pengebirian dan pedofilia tapi banyak juga yang menunjukan keterkaitan antara homoseksualitas dengan pedofilia''.

"Ini adalah hal yang benar. Saya mempunyai dokumennya dari psikologi. Inilah masalah sesungguhnya'', katanya.

Patricio Walker, seorang senat Cile yang mendukung pembentukan rancangan undang-undang anti-pedofil mengatakan dia ingin melihat apa yang menjadi kajian ilmiah yang menjadi bahan pertimbangan kardinal tersebut, karena dia berpendapat pandangan itu adalah pemikiran yang salah.

Anggota parlemen komunis Cile Hugo Gutierrez, mengatakan kepada kantor berita AFP ''Pengebirian memberi kerusakan lebih banyak pada kemanusiaan daripada homoseksualitas yang lebih dianggap sebagai keputusan pribadi yang bebas''.

"Saya terkejut pernyataan ini keluar dari anggota senior keuskupan gereja'', tegasnya.

Di Roma, ketua kelompok aktifis gay Gaylib, Enrico Oliari mengatakan hal ini ''mengkhawatirkan kalau menteri luar negeri sebuah negara yang berada di jantung ibukota Italia akang menggunakan argumentasi yang ketinggalan jaman bahkan untuk negara terbelakang sekalipun''.

Aurelio Mancuso, mantan presiden asosiasi gay Italia Arcigay, mengatakan "Sesungguhnya Bertone secara ceroboh mencoba mengalihkan permasalahan ke isu homoseksualitas dan menjauhi fokus utama yaitu kejahatan seksual terhadap anak-anak yang terjadi setiap hari''.

Federico Lombardi, seorang juru bicara Paus mengatakan kalau Paus Benediktus kemungkinan akan mengadakan pertemuan tertutup dengan sejumlah korban pelecehan seksual anak-anak di Malta, saat dia berkunjung kesana minggu depan.

''Paus semestinya tidak mendapatkan tekanan dari pemberitaan media jika pertemuan tersebut benar berlangsung, sehingga dia bisa mendengar dan berkomunikasi langsung dengan mereka'', kata Lombardi.

Di Malta 10 orang menuntut tiga pastor Katolik ke pengadilan dengan tuduhan melakukan pelecehan seksual ketika mereka masih anak-anak dan telah meminta kesempatan untuk bertemu Paus.

Ada laporan yang menyebut kasus pelecehan seksual di Kepulauan Mediterania ini cukup tinggi. Mayoritas penduduknya beragama Katolik.

Berita terkait