Terbaru  30 April 2010 - 08:22 GMT

Lagi, sekolah di Cina diserang

Lima orang anak-anak terluka setelah seorang laki-laki memukul mereka menggunakan palu sebelum akhirnya bunuh diri.

Kejadian yang terjadi di sebuah sekolah di kota Weifang, Provinsi Shandong merupakan kejadian ketiga dalam tiga hari terakhir.

Laki-laki yang diduga seorang petani menangkap dan melukai dua orang anak-anak sebelum akhirnya bunuh diri dengan membakar dirinya sendiri.

Saat ini, kelima orang anak-anak dan satu orang guru yang terluka masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.

Sebelumnya, hari Kamis lalu, 28 orang anak-anak berusia rata-rata empat tahun dan tiga orang dewasa diserang seorang laki-laki bersenjata pisau di sebuah sekolah di Provinsi Jiangsu, Cina timur. Lima orang anak-anak saat ini berada di rumah sakit dalam keadaan kritis.

Dan sehari sebelumnya, 15 orang murid dan seorang guru terluka karena diserang seorang mantan guru di Provinsi Guangdong.

Di hari yang sama seorang dokter yang terbukti membunuh delapan orang anak-anak di Provinsi Fujian, dihukum mati.

Meningkatkan keamanan


Kantor berita Xinhua melaporkan, pelaku penyerangan sekolah di kota Weifang diketahui bernama Wang Yonlai, seorang petani setempat.

Serangan sekolah di Cina

30 April 2010 - lima orang anak-anak luka karena dipukul palu di Weifang, Provinsi Shandong.

29 April 2010 -tiga orang dewasa dan 28 anak-anak terluka di Taixing, Jiangsu.

28 April 2010 -sedikitnya 15 orang murid dan seorang guru terluka di Leizhou, Guangdong.

24 March 2010 - delapan orang anak-anak dibunuh di Nanjing, Fujian.

November 2004 -delapan anak laki-laki ditikam hingga tewas di asrama sekolah di Ruzhou, Henan

September 2004 - 28 anak-anak ditikam di Suzhou dan 24 lainnya di sebuah sekolah di Shandong

August 2004 - seorang penjaga taman kanak-kanak membunuh 1 orang anak-anak dan melukai 14 lainnya.

Saat melakukan serangan dia menggunakan sepeda motor untuk menerobos pintu gerbang sekolah dasar Shangzhuang. Wang kemudian menyerang seorang guru yang mencoba menghentikannya sebelum memukulkan palunya ke arah anak-anak.

Kemudian dia menangkap dua orang anak-anak sebelum menyiram tubuhnya menggunakan bensin dan membakar dirinya. Beruntunglah, para guru berhasil menyelamatkan kedua anak itu tepat pada waktunya.

Sejauh ini, motif penyerangan yang dilakukan Wang Yonglai belum diketahui.

Wartawan BBC di Shanghai Chris Hogg mengatakan serangan itu terjadi di kawasan di mana kekerasan seperti itu sangat jarang terjadi.

Sejak serangkaian serangan terjadi tahun 2004, sebagian besar sekolah di Cina mempekerjakan para penjaga keamanan profesional. Namun, insiden beruntun ini membuat masyarakat mendesak agar keamanan sekolah semakin diperketat.

Kementerian Pendidikan memerintahkan seluruh sekolah meningkatkan keamanan sekolah sejak awal bulan ini. Selain itu para guru juga harus mengajarkan murid-muridnya soal keselamatan diri dan memastikan orang tua murid mengantar jemput anak-anak mereka.

Namun, menurut Hogg, cara-cara yang diminta pemerintah sangat mahal. Dan dalam kenyataannya sangat sulit mencegah aksi kekerasan seperti itu terjadi.

Rangkaian aksi kekerasan ini juga memicu perdebatan soal motif para pelaku. Sebagian kalangan menduga terlalu cepatnya perubahan sosial dan meningkatnya angka pengangguran mengakibatkan penderita berbagai penyakit mental meningkat.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.