Terbaru  9 Mei 2010 - 10:42 GMT

Parade Rusia peringati kemenangan Eropa

parede

Tentara Rusia berpawai memperagakan kekuatan mereka

Tentara dari empat negara NATO berpawai untuk pertama kalinya dalam parade tahunan Rusia untuk memperingati kemenangan Perang Dunia II.

Tentara Inggris, Prancis, Polandia dan Amerika Serikat berpawai bersama tentara Rusia melalui Lapangan Merah di Moskow.

Kanselir Jerman Angela Merkel adalah di antara duapuluh empat pemimpin dunia yang menghadiri peringatan ke-65.

Disamping 10.000 tentara Rusia, parade itu juga melibatkan tank, rudal balistik dan pertunjukan 127 pesawat.

Ini merupakan peragaan mesin militer Rusia paling besar sejak keruntuhan Uni Soviet, lapor wartawan BBC di Moskow, Richard Galpin.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan melalui satu pidato bahwa pelajaran dari Perang Dunia II "mengharuskan kita menunjukkan solidaritas".

"Perdamaian masih rapuh dan adalah kewajiban kita untuk mengingat bahwa perang tidak dimulai dengan seketika..... hanya dengan bersamalah kita akan mampu menghadang berbagai ancaman modern".

Batalkan kunjungan

Perdamaian masih rapuh dan adalah kewajiban kita untuk mengingat bahwa perang tidak dimulai dengan seketika..... hanya dengan bersama lah kita akan mampu menghadang berbagai ancaman moderen

Dmitry Medvedev

Kehadiran tentara asing di Lapangan Merah - yang pernah merupakan jantung Uni Soviet - merupakan satu isyarat yang sangat simbolis, kata wartawan kami, yaitu menunjukkan sejauh mana perseteruan Perang Dingin telah disingkirkan.

Dalam parade itu Prancis diwakili oleh skuadron Normandie-Niemen, Amerika Serikat oleh detasemen dari Batalion Kedua, Resimen ke18 sementara Polandia oleh 75 personil yang mewakili angkatan darat, angkatan udara dan angkatan laut Polandia, demikian lapor kantor berita Prancis, AFP.

Inggris diwakili oleh 76 tentara dari Batalion pertama Welsh Guards yang mengenakan seragam merah cerah dan topi kulit beruang.

Salah seorang anggotanya mengatakan kepada BBC mereka sangat senang turut serta dan bahwa penting bagi bekas pasukan sekutu yang menaklukkan Nazi dalam Perang Dunia II bisa secara bersama merayakan hari kemenangan ke-65 yang menghakhiri peperangan.

Tatapi tidak ada tokoh senior dari Inggris yang berada di antara para pemimpin dunia yang berkumpul dan menyaksikan parade itu.

Satu sumber yang layak dipercaya menegaskan kepada BBC bahwa pemerintah Rusia menolak tawaran Pangeran Charles untuk hadir, kendati alasan penolakan ini tidak jelas, lapor wartawan kami.

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Perdana Menetri Italia Silvio Berlusconi membatalkan kunjungan mereka karena harus menangani krisis seputar mata uang ero.

Sekutu Barat merayakan Hari Kemenangan di Eropa itu atas Nazi setiap tahun tanggal 8 Mei, tetapi Rusia merayakannya pada 9 Mei.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.