Terbaru  11 Mei 2010 - 03:22 GMT

Obama hidupkan pakta nuklir

barack obama, dimitry medvedev

Presiden Barack Obama dan Presiden Dimitry Medvedev telah menyepakati langkah bersama soal nuklir

Presiden AS Barack Obama menghidupkan kembali pakta energi nuklir sipil dengan Moskow yang ditangguhkan menyusul konflik Rusia dan Georgia 2008.

Obama menyerahkan kembali pakta tersebut kepada Kongres. Dia mengatakan kerjasama AS-Rusia soal Iran memberikan alasan yang membenarkan kebijakan ini.

Kesepakatan tersebut memungkinkan pengalihan teknologi dan perlengkapan, termasuk reaktor.

Obama bersumpah untuk ''memulai lagi'' hubungan dengan Moskow. Hubungan AS-Rusia tegang selama masa kepemimpinan pendahulu Obama, George W Bush.

Selain bekerja sama mengenai Iran Rusia dan Amerika Serikat tahun ini juga sepakat untuk menggantikan Traktat Pengurangi Senjata Strategis (SART) yang mengatur timbunan senjata nuklir.

KTT Washington

Dalam surat kepada Kongres, Obama mengatakan: "Tingkat dan cakupan kerjasama AS-Rusia mengenai Iran cukup untuk menjadi alasan untuk menyerahkan kembali kesepakatan kepada Kongres.''

Pakta tersebut ditandatangani pada tahun 2007 oleh Bush dan Vladimir Putin, yang menjabat presiden Rusia saat itu.

Namun, konflik di Georgia menyebabkan kesepakatan itu belum pernah diajukan ke Senat untuk menjalani voting.

Rusia dan Amerika Serikat telah mengambil beberapa langkah mengenai isu nuklir tahun ini.

Bulan lalu mereka menyepakati Traktat Pengurangan Senjata Strategis (SART) baru dan kesepakatan itu mengurangi jumlah senjata nuklir masing-masing negara menjadi 1.550 senjata.

Bulan lalu, kedua negara juga sepakat untuk melepas kelebihan plutonium yang bisa digunakan untuk persenjataan berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani di pertemuan puncak nuklir di Washington.

Perang antara Georgia dan Rusia dipicu oleh pertempuran di kawasan yang memisahkan diri dari Georgia, Ossetia Selatan pada Agustus 2008.

Ratusan orang diduga tewas dalam konflik lima hari dan ribuan orang terpaksa mengungsi.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.