ICG: Kelompok jihadi gagal

Bom Bali
Image caption Kekerasan Kelompok Jihadi tidak didukung masyarakat umum

Kelompok jihadi di Indonesia dipandang mengalami kegagalan dalam melakukan usaha terorisme dan kekerasan, lapor International Crisis Group ICG.

ICG mengatakan kegagalan ini disebabkan karena tidak ada dukungan masyarakat umum, perpecahan di dalam kelompok sendiri dan usaha yang dilakukan pihak keamanan.

"Setelah begitu banyak pengeboman dan aksi kekerasan yang kami lihat sejak 1999 tidak ada dukungan dari masyarakat Indonesia secara umum... dan di dalam gerakan jihadi sendiri kelihatannya ada banyak perpecahan," kata Direktur ICG Indonesia Sidney Jones.

Deradikalisasi

Dia menambahkan kelompok ini sekarang lebih banyak melakukan dakwah dengan pesan keras dibandingkan menggunakan aksi fisik.

Sidney kemudian mengatakan karena Indonesia semakin demokratis maka terdapat cukup banyak ruang untuk melakukan advokasi syariat Islam secara penuh disamping negara Islam secara bebas.

Sementara itu POLRI membantah bahwa usaha deradikalisasi mengalami kegagalan.

"Kalau disebut gagal, tidaklah ya. Kalau belum berhasil sepenuhnya, ya betul, kita akui itu," kata juru bicara POLRI Inspektur Jenderal Edward Aritonang, Rabu (7/7).

ICG memandang meskipun pihak keamanan memang berperan dalam menggagalkan operasi kelompok jihadi, sebetulnya sejak tahun 2002 tidak terdapat program deradikalisasi secara sistimatis yang mencoba mengubah idiologi, yang ada adalah program menarik teroris untuk keluar dari organisasi dan bekerja untuk polisi.

Jemaah Islamiyah dipandang bertanggung jawab terhadap sejumlah pengeboman di Indonesia, termasuk Bom Bali I tahun 2002 yang menewaskan lebih 200 orang.

Berita terkait