PBB tarik dubes Sri Lanka

Unjuk rasa Sri Lanka anti PBB
Image caption Pengunjuk rasa mengganggu operasi kantor PBB di Kolombo

Sekretaris Jenderal PBB menarik duta besar untuk Sri Lanka dan menutup kantor di ibukota Kolombo karena unjuk rasa penuh kemarahan anti panel kejahatan perang.

Ban Ki-moon mengatakan kegagalan pemerintah Sri Lanka dalam mencegah gangguan atas operasi PBB di negara tersebut "tidak dapat diterima".

Demonstrasi dipimpin Menteri Perumahan, Wimal Weeransa.

Sebelumnya dia mendesak "negara-negara berpikiran maju" untuk menghentikan pemeriksaan PBB terhadap kemungkinan terjadinya kejahatan perang pada perang saudara di Sri Lanka.

Weeransa, yang merupakan sekutu nasionalis Presiden Mahinda Rajapaksa, juga mulai melakukan mogok makan untuk meningkatkan tekanan terhadap PBB.

Pemerintah Sri Lanka membantah pasukannya melakukan kejahatan perang pada bulan-bulan terakhir dalam konflik selama 25 tahun dengan kelompok separatis Harimau Tamil yang berakhir tahun lalu.

Meskipun demikian sejumlah negara asing dan organisasi internasional mengatakan berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan, keadaannya justru berbeda dan mereka menginginkan PBB melakukan penyelidikan.

Berita terkait