PKK tawarkan perdamaian

Murat Karayilan
Image caption Murat Karayilan menawarkan gencatan senjata untuk otonomi lebih besar

Pemimpin kelompok pemberontak Kurdi yang terlibat perang gerilya melawan Turki mengatakan kepada BBC, dirinya berkeinginan melucuti diri dengan imbalan mendapatkan hak politik dan budaya yang lebih besar.

Partai Pekerja Kurdi (PKK) dianggap sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Jika sebuah kesepakatan dengan pemerintah dicapai, konflik sepanjang 26 tahun akan berakhir.

Namun pejabat pemerintah Turki menyatakan, "tidak terbiasa mengomentari pernyataan yang dibuat teroris."

Ancaman

Dari kamp rahasia di pegunungan Irak Kurdistan, pemimpin PKK Murat Karayilan mengatakan kepada BBC dia akan memerintahkan gerilyawannya untuk meletakkan senjata di bawah pengawasan PBB jika Turki menyetujui gencatan senjata dan memenuhi syarat tertentu.

Image caption Perlawanan PKK terhadap Turki mencapai puncak tahun 1990-an

Tuntutan Karayilan termasuk diakhirinya serangan terhadap penduduk sipil Kurdi dan penangkapan politisi Kurdi di Turki timur.

Kelompok itu juga sudah memperjuangkan hak-hak bahasa dan budaya untuk Kurdi Turki.

Penduduk Kurdi Turki ini diperkirakan jumlahnya mencapai seperlima dari seluruh 73 juta penduduk Turki.

"Jika masalah Kurdi sudah diselesaikan dengan cara demokratis melalui dialog, kami akan meletakkan senjata. Kami tidak akan membawa senjata lagi," katanya.

Namun tawaran perdamaian itu terhambat oleh ancaman.

"Jika pemerintah Turki menolak menerima penawaran itu, kami akan mengumumkan kemerdekaan," tegasnya.