Terbaru  4 Agustus 2010 - 04:36 GMT

Presiden Kenya imbau referendum damai

Kampanye referendum konstitusi baru Kenya diwarnai kekerasan

Presiden Kenya Mwai Kibaki mengimbau warga negaranya untuk beramai-ramai memberikan suara dengan damai dalam referendum untuk membentuk konstitusi baru negara Afrika Timur itu.

Konstitusi yang berlaku di Kenya saat ini merupakan hasil negosiasi dengan Inggris pada awal dekade 1960-an.

Referendum adalah bagian dari upaya penyelesaian bentrokan berdarah usai pemilihan umum Desember 2007 lalu. Aksi kekerasan itu mengakibatkan 1.300 orang tewas dan 300.000 orang kehilangan tempat tinggalnya.

"Keamanan sudah kembali dipulihkan di seluruh negeri," kata Presiden Kibaki.

Draf konstitusi itu ditujukan untuk membatasi kekuasaan presiden dan membentuk sebuah komisi untuk menyelesaikan konflik tanah yang memicu aksi-aksi kekerasan di masa lalu.

Tempat-tempat pemungutan suara mulai dibuka pada pukul 6.00 waktu setempat atau sekitar pukul 10.00 WIB. Dan di beberapa lokasi antrean warga sudah memanjang jauh sebelum TPS-TPS resmi dibuka. Beberapa warga, kepada BBC, mengatakan mereka sudah mengantre selama empat jam.

Mari kita saling berangkulan sebagai saudara bahkan setelah referendum ini usai

Presiden Mwai Kibaki

Dalam pidatonya di televisi Presiden Kibaki mengatakan referendum itu menandai sebuah saat-saat paling menentukan dalam sejarah Kenya.

Bersama dengan rekan koalisianya Perdana Menteri Raila Odinga, Presiden Kibaki mendukung aksi kampanye dengan slogan 'Yes'.

"Mari kita saling berangkulan sebagai saudara bahkan setelah referendum ini usai," kata Presiden Kibaki.

Krisis tanah

Kerusuhan di Kenya kerap didasari masalah perebutan tanah

Imbauan Presiden Kibaki ini disampaikan setelah muncul sejumlah kekerasan dalam masa kampanye menjelang referendum, termasuk aksi serangan granat terhadap sebuah gereja.

Serangan itu adalah bagian dari kampanye dengan slogan 'No' yang digalang di ibukota Nairobi bulan Juni lalu. Sejumlah aksi kekerasan itu sudah memakan korban enam orang tewas.

Wartawan BBC di Nairobi mengatakan suhu politik memanas terutama di kawasan genting Provinsi Rift Valley, yang merupakan basis penentang kampanye 'Yes' yang didukung pemerintah. Di provinsi inilah konflik-konflik tanah kerap terjadi.

Kerusuhan setelah pemilu tahun 2007 juga dipicu perselisihan antar etnis yang dibumbui konflik kepemilikan tanah.

Kelompok yang menginginkan pembentukan konstitusi baru mengatakan bahwa perlu upaya tegas melakukan reformasi tanah melalui konstitusi baru.

Namun, kelompok penentang mengatakan konstitusi baru itu akan meningkatkan perselisihan etnis dan memicu kerusuhan.

Menjelang pemungutan suara, organisasi hak asasi manusia Amnesty International mendesak para politisi Kenya untuk tidak memunculkan kebencian antar etnis.

"Pertumpahan darah tak bisa dihindari selama para politisi Kenya berlaku tidak bertanggung jawab. Jangan memicu sentimen antar etnis," kata Direktur Amnesty International Kenya Justus Nyang'aya.

"Referendum ini memberikan kesempatan bagi aparat keamanan Kenya untuk menunjukkan bahwa mereka mampu menjalankan tugas mereka secara profesional dengan standar internasional," tandas Justus.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.