Terbaru  9 September 2010 - 01:52 GMT

Pendeta Jones tetap akan bakar Quran

Gereja Pendeta Terry Jones beranggotakan tidak lebih dari 50 orang

Pendeta Terry Jones memimpin tidak lebih dari 50 orang

Pendeta Terry Jones mengatakan tidak akan membatalkan rencana pembakaran al-Quran pada ulangtahun 9/11, meski banyak kalangan telah mengutuk rencana itu.

''Kami tidak yakin mundur itu langkah yang tepat,'' kata Terry Jones dari Dove World Outreach Center, gereja beranggotakan 50 orang.

Rencana kelompok keagamaan itu menuai kecaman dari negara-negara muslim, Nato dan panglima pasukan AS di Afghanistan.

Menlu AS Hillary Clinton menyebut rencana itu "memalukan".

Hari Senin, Jenderal David Petraeus, panglima pasukan AS di Afghanistan, memperingatkan nyawa serdadu AS akan terancam jika gereja tersebut melaksanakan rencana pembakaran.

Namun, panitia rencana itu, Pendeta Terry Jones, mengatakan hari Rabu bahwa rencananya untuk membakar kitab suci Islam dimaksudkan untuk menarik perhatian ke keyakinannya bahwa ''sesuatu itu tidak keliru.''

''Mungkin ini waktu bagi kita dengan cara baru benar-benar bangkit, menghadapi terorisme,'' kata Jones kepada wartawan di depan gerejanya.

Dia memahami kekhawatiran Jenderal Petraeus, tapi dia mengaku telah dihubungi seorang perwira pasukan khusus yang menyatakan kepada dirinya bahwa pasukan AS mendukung rencananya.

''Dengan demikian pada 11 September kami akan mewujudkan acara yang kami rencanakan,'' ujarnya.

Mengutip Injil

Muhammad Musri, imam yang memimpin wadah komunitas muslim setempat, Islamic Society for Central Florida, hadir ketika Jones menyampaikan pernyataan dan kemudian memasuki gereja untuk berbicara dengan sang pendeta.

Musri mengatakan kepada wartawan bahwa dia telah meminta Pendeta Jones agar membatalkan pembakaran, dengan mengutip ayat-ayat Injil.

Saya sangat yakin pada akhirnya dia akan mengambil langkah yang tepat dan membatalkan acara itu

Muhammad Musri

''Saya sangat yakin pada akhirnya dia akan mengambil langkah yang tepat dan membatalkan acara itu,'' ujarnya.

Kontroversi seputar rencana pembakaran al-Quran di Florida ini berlangsung ketika hubungan Amerika dan Islam sedang disoroti.

Debat sengit sedang berlangsung di AS soal rencana membangun masjid dan pusat kebudayan Islam hanya beberapa blok dari Ground Zero, lokasi serangan 9//1 di New York.

Vatican, pemerintah Presiden Obama dan Nato juga menyatakan kekhawatiran atas rencana membakar al-Quran.

Jurubicara Gedung Robert Gibbs mengatakan hari Selasa bahwa ''segala jenis kegiatan yang bisa membahayakan pasukan kita pasti menjadi keprihatinan''.

Pimpinan Nato Fogh Rasmussen mengecam rencana tersebut, dan mengatakan kepada wartawan bahwa membakar al-Quran melanggar ''nilai-nilai'' persekutuan militer Nato.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.