Terbaru  20 September 2010 - 04:23 GMT

Kolombia tewaskan 22 pemberontak

Colombian forces

Operasi militer Kolombia berlangsung sejak masa Presiden Uribe.

Pasukan keamanan Kolombia menyatakan telah menewaskan setidaknya 22 pemberontak FARC dalam sebuah pertempuran di dekat perbatasan Ekuador.

Pertempuran diawali dengan pemboman sebuah tempat yang diduga sebagai tempat latihan para pemberontak di hutan kawasan Putumayo dekat kota San Miguel, tempat delapan polisi sebelumnya tewas saat pemberontak menyerang awal bulan ini.

Putumayo juga dikenal sebagai basis pertahanan terkuat Farc, dan sebagai kawasan penghasil kokain terbesar.

Presiden Juan Manuel Santos mengatakan ''ini adalah kemenangan terbesar atas kelompok pemberontak sayap kiri tersebut''.

Ini adalah kemenangan terbesar atas kelompok pemberontak sayap kiri tersebut.

Juan Manuel Santos

Dia mengatakan operasi adalah pertanda tentang respon atas strategi perang yang dilakukan para pemberontak yang menamakan diri Pasukan Revolusi Bersenjata Kolombia atau FARC.

FARC memang meningkatkan serangan bersenjata sejak Juan Manuel Santos menjabat sebagai presiden pada tanggal 7 Agustus silam.

Lebih dari 40 anggota keamanan tewas bulan ini dalam serangkaian serangan pemberontak. Para pengamat menganggap serangan ditujukan untuk memaksa pemerintah agar menggelar perjanjian perdamaian.

Tetapi Santos mengatakan dia tidak akan bernegosiasi dengan para pemberontak sampai mereka melepaskan sandera dan menghentikan serangan.

Operasi berlanjut

Farc

Posisi FARC semakin terjepit pasca tewasnya Raul Reyes

Presiden Santos mengatakan telah memberi ''instruksi yang jelas kepada pasukan keamanan untuk melanjutkan serangan ini tanpa ada perjanjian''.

Baik FARC maupun pemberontak kecil lainnya yaitu Pasukan Pembebasan Nasional atau ELN melemah akibat kebijakan keamanan yang dilakukan pendahulu Santos, Alvaro Uribe.

President Santos juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Ekuador yang memberi dukungan dalam operasi tersebut, dengan mengatakan kerja sama telah meningkatkan keamanan di sepanjang perbatasan.

Hubungan Kolombia dengan Ekuador sempat menegang di era pemerintahan Presiden Uribe setelah pasukan Kolombia menyerang sebuah kam FARC di dalam kawasan Ekuador dan membunuh pemimpin komandan senior FARC, Raul Reyes.

Tetapi kedua negara kemudian membentuk sebuah komisi gabungan untuk berkordinasi mengamankan sepanjang perbatasan.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.