Terbaru  21 September 2010 - 02:50 GMT

Kolombia tewaskan komandan FARC

Pasukan Kolombia

Operasi Minggu (19/09) menewaskan 27 gerilyawan FARC.

Pasukan Kolombia mengatakan telah menewaskan seorang komandan senior kelompok pemberontak Pasukan Revolusioner Bersenjata Kolombia, FARC.

Mereka mengatakan Sixto Cabana termasuk dalam 27 pemberontak yang tewas dalam serangan atas sebuah kam di dekat perbatasan Ekuador hari Minggu (19/09)

Cabana, 55 tahun, merupakan orang yang dicari pemerintah Amerika Serikat dengan dakwaan penyelundupan kokain.

AS menjanjikan hadiah US$2.5 juta atau sekitar RP 25 miliar untuk informasi yang bisa mengarah pada penangkapan Cabana.

Menteri Pertahanan Kolombia, Rodrigo Rivera, mengatakan kematian Cabana merupakan pukulan yang amat besar dalam beberapa tahun ini bagi kelompok pemberontak sayap kiri itu.

Pertarungan antara pasukan pemerintah dan FARC berlangsung di dekat kota San Miguel, Putumayo, tempat tewasnya delapan polisi akibat sebuah serangan pemberontak awal bulan ini.

Dalam operasi hari Minggu, pasukan komando polisi dikerahkan dengan menggunakan helikopter sementara pesawat tempur membom kam pemberontak.

Otak kokain

Dia juga bertanggung jawab atas pembunuhan ratusan orang yang mengganggu maupun yang campur tangan dalam kebijakan kokain.

Situs Deplu AS

Polisi mengatakan Sixto Cabana, yang juga dikenal dengan nama Domingo Biojo, sebagai komandan Unit 48, FARC.

Dia sudah bergabung dengan FARC selama 25 tahun dan terlibat dalam proses perundingan dengan pemerintah sekitar 10 tahun lalu.

Departemen Amerika Serikat mengatakan Cabana terlibat dalam pengendalian produksi dan ekspor ratusan ton kokain ke Amerika Serikat dan seluruh dunia.

"Dia juga bertanggung jawab atas pembunuhan ratusan orang yang mengganggu maupun yang campur tangan dalam kebijakan kokain," tulis situs Departemen Luar Negeri Anmerika Serikat.

Hari Minggu, Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, mengatakan operasi di Putumato merupakan tanda dari tanggapannya terhadap strategi perang FARC.

FARC meningkatkan serangan kekerasan mereka sejak Santos menjadi presiden tanggal 7 Agustus.

Presiden Santos sudah menegaskan tidak akan berunding dengan gerilyawan itu sebelum mereka melepas para sandera yang diculik dan menghentikan kekerasan.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.