Pajak rokok Jepang naik 40%

Perokok Jepang
Image caption Jepang masih membolehkan merokok di restoran dan bar.

Pemerintah Jepang memberlakukan peningkatan pajak rokok terbesar yang pernah diberikan negara ini.

Harga semua rokok bermerk terkenal mulai Jumat (01/10/10) ini akan meningkat hingga 40%, dari 300 yen atau sekitar US$ 3,60 menjadi 410 yen (US$4,90)

Tujuan kenaikan pajak ini adalah untuk mendorong warga berhenti merokok, apalagi Jepang dikenal sebagai salah satu negara surga perokok.

Merokok masih diijinkan di restoran dan bar di Jepang, dan banyak kantor yang menyediakan ruangan merokok.

Lebih dari satu dari tiga lelaki Jepang adalah perokok, meski hanya 12% wanita yang merokok.

Tetapi kini harga rokok dinaikan agar warganya menghentikan kebiasaan yang mengganggu kesehatan tersebut, dan sebuah survei menyebutkan sekitar 60% warga Jepang ingin menghentikan kebiasaan merokok.

Borong rokok

Tetapi kenaikan harga ini ditanggapi warga dengan berbondong-bondong memborong rokok untuk persediaan.

Sejumlah toko melaporkan kalau angka penjualan rokok meningkat dua kali lipat beberapa minggu sebelum harga baru berlaku.

Bahkan produser rokok terbesar, Japan Tobacco, mengirimkan tambahan sekitar 12 miliar rokok, untuk persedian satu bulan karena permintaan yang meningkat tersebut.

"Kami perkirakan masyarakat akan memborong rokok terutama sehari sebelum harga naik'', kata seorang juru bicara toko Lawson, kepada kantor berita AFP.

"Semua toko telah meningkatkan persediaan rokok''.

Ada sejumlah perkiraan kalau penimbunan yang dilakukan para perokok ini mungkin bisa meningkatkan ekonomi Jepang, menambah sekitar 0,6% belanja publik selama tiga bulan dari Juli hingga September.

Berita terkait