Terbaru  21 Oktober 2010 - 14:59 GMT

Peringatan PM Malaysia soal ras

Najib Razak

PM Najib Razak telah mencabut hambatan untuk warga non pribumi

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak memperingatkan sengketa ras dapat menyebabkan negara itu kacau seperti Bosnia atau Rwanda.

"Dewasa ini Malaysia menghadapi sejumlah masalah terkait landasan hubungan antar ras," kata Najib dalam pidato di depan konvensi tahunan UMNO, Organisasi Nasional Melayu Bersatu, UMNO, partai terbesar Malaysia yang berbasis warga Melayu.

Najib mengatakan warga Malaysia harus menghentikan debat soal hak warga pribumi Melayu dan minoritas karena, menurutnya, sejarah menunjukkan konflik dua komunitas dapat menyebabkan Holokos, konflik Israel-Palestina di Timur Tengah dan pembunuhan di Bosnia dan Rwanda.

Ia mendesak agar warga Malaysia tidak "terobsesi" dengan hak mereka dan menggunakan peluang yang dihadapi untuk bersaing secara global.

Najib juga mengatakan warga pribumi melakukan "pengorbanan besar" karena berbagi negara dengan pihak minoritas, sebagian besar adalah keturunan para pendatang yang datang ke Malaysia selama masa kolonial Inggris abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Warga Melayu terdiri dari 60% penduduk, sementara Cina terdiri dari 25% dan India 8%.

Keluhan diskriminasi

Dewasa ini Malaysia menghadapi sejumlah masalah terkait landasan hubungan antar ras

PM Najib Razak

Hubungan antar ras di Malaysia terganggu dalam tahun-tahun terkahir ini karena keluhan pihak minoritas yang menyatakan mereka mengalami diskriminasi akibat program pemerintah yang dianggap lebih menguntungkan warga pribumi dalam bidang bisnis, lapangan kerja dan pendidikan.

Kebijakan khusus untuk pribumi ini berasal dari semacam kontrak sosial nasional yang disusun oleh berbagai kelompok masyarakat pada saat kemerdekaan tahun 1957.

Namun setelah hasil pemilu tahun 2008 mengecewakan, PM Najib mengatakan kebijakan yang ada harus melibatkan semua ras.

Ia mencabut sejumlah hambatan untuk warga keturunan Cina dan India dalam sektor tertentu seperti kesehatan dan pariwisata.

PM Najib Razak mengatakan warga non-pribumi masih menguasai sebagian besar perekonomian Malaysia walaupun kebijakan bumiputra telah diterapkan selama empat puluh tahun.

Malaysia sempat terguncang kerusuhan besar tahun 1969 yang menewaskan 200 orang ditengah kekecewaan kaum pribumi terhadap warga keturunan Cina yang mendominasi perekonomian.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.