Terbaru  31 Oktober 2010 - 03:05 GMT

Aparat Yaman tangkap dua orang

yaman

Aparat keamanan dikerahkan di ibukota Yaman, Sana

Aparat keamanan di Yaman menangkap dua orang terkait penemuan dua paket berisi bom di pesawat kargo di Inggris dan Dubai.

Mereka menangkap seorang mahasiswi dan ibunya di pinggiran ibukota Yaman, Sana.

Ini adalah penangkapan pertama yang dilakukan oleh aparat keamanan di Yaman.

Keberadaan mahasiswi tersebut diketahui setelah aparat melacaknya melalui nomor telepon yang ia berikan kepada perusahaan pengiriman barang.

Namun pengacara mahasiswi itu, Abdel Rahman Burman, mengatakan tidak yakin kliennya terlibat dalam kegiatan terorisme.

Menjadi korban?

"Kawan-kawannya mengatakan dia mahasiswi pendiam dan sepertinya tidak aktif dalam kelompok politik maupun agama," kata Abdel Rahman Burman kepada kantor berita Reuters.

"Saya khawatir dia menjadi korban. Tidak masuk akal seseorang yang terlibat dalam operasi semacam ini meninggalkan kartu identitas dan nomor telepon," imbuh Burman.

Saya khawatir dia menjadi korban. Tidak masuk akal seseorang yang terlibat dalam operasi semacam ini meninggalkan kartu identitas dan nomor telepon

Abdel Rahman Burman

Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh mengatakan AS dan Uni Emirat Arab membantu pemerintah Yaman mengumpulkan identitas mahasiswi tersebut.

Presiden juga berjanji untuk terus berupaya menumpas al Qaida melalui kerja sama dengan beberapa negara.

"Namun kami tidak ingin pihak lain mencampuri urusan dalam negeri Yaman terkait dengan perburuan para anggota al Qaida ini," tegas Presiden Saleh.

Paket tersebut sedianya akan dikirim ke Amerika Serikat dengan alamat penerima sinagoge di negara tersebut.

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan pihaknya meyakini bom yang ditemukan di satu bandara di Inggris, yang disembunyikan di kotak tinta mesin pencetak, ditujukan untuk meledakkan pesawat di udara.

Inggris, Amerika Serikat, Prancis, dan Jerman telah membekukan pengiriman barang melalui udara dari Yaman.

Pada hari Sabtu kemarin (30/10) aparat keamanan lagi-lagi menyita 26 paket yang diduga berisi bahan peledak.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.