Kertas suara pemilu Birma dihitung

Negara-negara Barat me
Image caption Negara-negara Barat menganggap pemilu tidak adil

Penghitungan suara dalam pemilihan umum pertama di Burma selama 20 tahun terakhir, masih berlangsung.

Hasil sementara menunjukkan bahwa partai terbesar yang mempunyai hubungan dengan pemerintah militer, unggul besar.

Pemilihan ini diboikot partai oposisi terbesar yaitu Liga Nasional bagi Demokrasi, dan diwarnai oleh kecurangan, serta rendahnya jumlah pemilih yang memberi suara.

Negara-negara Barat menganggap pemilihan itu tidak jujur dan tidak adil. Namun media resmi Birma menyebut pemilu ini berhasil dan berjalan lancar.

Kekerasan

Pemilih mengikuti pemilihan umum untuk memilih anggota parlemen nasional dan 14 dewan perwakilan daerah.

Jumlah calon anggota parlemen tercatat sekitar 3.000 orang dan dua pertiganya mencalonkan diri di bawah bendera dua partai yang mempunyai hubungan dekat dengan pemerintah militer.

Ketegangan terkait pemilihan umum berubah menjadi kekerasan pada Senin (8/11). Di perbatasan Birma-Thailand, pasukan pemerintah Burma terlibat kontak senjata dengan milisi kelompok etnik minoritas Karen.

Tiga orang dilaporkan tewas dalam kekerasan dan sekitar 1.000 lainnya dilaporkan menyelamatkan diri.

Berita terkait