Terbaru  17 November 2010 - 02:00 GMT

Keluarga Rizana Nafeek minta pengampunan Raja Abdullah

Rafina Nafeek

Keluarga Rizana di Sri Lanka menantikan pengampunan

Orang tua dari perempuan Sri Lanka yang dihukum mati di Arab Saudi meminta pengampunan dari Raja Abdullah.

Mahkamah Agung mengukuhkan hukuman mati dijatuhkan kepada Rizana Nafeek tiga tahun lalu ketika dia dinyatakan bersalah membunuh seorang bayi berusia empat bulan, yang diasuhnya sejak tahun 2005.

Saat itu Rizana Nafeek diancam hukuman pancung namun dia membantah membunuh bayi itu dan keluarganya di Sri Lanka mengatakan dia masih di bawah umur ketika dakwaan diajukan kepadanya.

Rizana mengatakan bayi tersebut, Naif al-Quthaibi, tercekik ketika makan dan dia tidak bisa menolongnya.

Ibunya, Rafina yang berusia 40 tahun, kini mengupayakan pengampunan untuk membebaskan putri sulungnya dari hukuman mati, yang hanya bisa diberikan oleh Raja Abdullah atau keluarga bayi itu.

"Kami akan mengucapkan terima kasih kepada keluarga itu kalau mereka membebaskan putri kami. Kami akan berdoa untuk mereka," tuturnya kepada wartawan BBC, Charles Haviland, yang menemuinya di rumahnya di Sri Lanka Timur.

"Jika mereka memaafkan putri kami maka kami akan berdoa untuk semua anak mereka dan meminta maaf dari Allah."

Di bawah umur

Kami akan mengucapkan terima kasih kepada keluarga itu kalau mereka membebaskan putri kami. Kami akan berdoa untuk mereka

Rafina Nazeek

Hukuman atas Rizana dijatuhkan atas pengakuannya sendiri, yang belakangan dia tarik.

Kelompok hak asasi mengatakan dia tidak didampingi penasehat hukum sebelum maupun sepanjang pengadilannya.

Catatan kelahiran menunjukan dia sebenarnya lahir tahun 1988 dan bukan 1982, seperti yang tertulis dalam paspornya.

Jika demikian maka ia masih berusia 17 tahun saat peristiwa terjadi yang berarti Arab Saudi melanggar kewajiban internasional untuk tidak mengeksekusi seorang anak di bawah umur.

Keluarga Rifana tinggal di sebuah perkampungan miskin di Sri Lanka Timur dan dia pergi merantau dengan harapan memperbaiki nasibnya.

Namun kini keluarganya hanya bisa menanti pengampunan hanya untuk sekedar mempertahankan kehidupannya.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.