Terbaru  19 November 2010 - 09:25 GMT

Tambang Selandia Baru meledak

Tambang Sungai Pike

Tambang Sungai Pike terletak di pesisir barat Pulau Selatan

Sebanyak 27 petambang hilang setelah ledakan di tambang terpencil di Selandia Baru, menurut operator tambang.

Walikota Greymouth mengatakan kondisi di sana "cukup parah" namun pihak penyelamat telah berada di tempat kejadian.

Keluarga para petambang yang hilang juga telah berada di tambang itu yang digambarkan walikota dalam kondisi "kacau, namun terkendali".

Menteri Energi Selandia Baru mengatakan belum mendapatkan informasi tentang kondisi petambang atau penyebab kecelakaan.

Sejumlah laporan menyebutkan adanya kerusakan, namun para pejabat menyanggah hal itu.

'Tidak ada komunikasi'

Kami belum berkomunikasi dengan siapapun yang ada di bawah tanah

Peter Whittall

Ledakan di tambang Sungai Pike itu diduga terjadi pada pukul 1530 waktu setempat (pukul 0930 WIB).

Polisi mengatakan seorang pakar listrik telah bertolak ke tambang untuk menyelidiki kemungkinan gangguan listrik.

Peter Whittall, pemimpin eksekutif tambang Sungai Pike, mengatakan dua petambang muncul setelah insiden itu.

Mereka selamat dari tambang itu dan mengatakan tiga orang lainnya masih mencoba keluar dari tambang bawah tanah tersebut.

Operator tambang pada mulanya menduga 36 petambang hilang berdasarkan jumlah kartu identifikasi di kantor.

Namun, Peter Whittall mengatakan kemudian 27 orang masih hilang - 15 karyawan tambang Sungai Pike dan 12 kontraktor lokal.

Ia juga menyanggah ada mayat yang ditemukan.

"Ada dua petambang yang telah keluar dan mereka saat ini tengah dirawat," kata Whittall.

"Kami belum berkomunikasi dengan siapapun yang ada di bawah tanah," tambahnya.

Pakar tambang David Feickert mengatakan kepada TVNZ yang terjadi kemungkinan ledakan gas, ledakan akibat debu batu bara atau kombinasi keduanya.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.