Terbaru  24 November 2010 - 05:14 GMT

Tidak ada petambang di Selandia Baru yang selamat

Keluarga petambang

Tidak ada kontak dengan para petambang sejak ledakan pertama

Para petambang yang terperangkap di tambang baru bara di Selandia Baru, yang berjumlah 29 orang, semuanya sudah meninggal.

Kepolisian menyampaikan hal tersebut setelah terdengar ledakan kedua di tambang Pike River.

"Kami yakin tidak ada yang selamat dan mereka semua meninggal dunia," kata Gary Knowles, salah seorang perwira polisi Selandia Baru.

Knowles mengatakan ledakan kedua terjadi pada Rabu tengah hari waktu setempat.

"Ledakan itu amat kuat. Kami sekarang sedang dalam tahap pemulihan," tambahnya.

Direktur Eksekutif tambang South Island, Peter Whittal, mengatakan perusahaannya akan melakukan semua upaya untuk mengevakuasi jenazah para petambang.

"Kami menginginkan anak-anak kami kembali dan kami ingin mereka ke luar," katanya kepada para wartawan.

Tragedi nasional

Hari ini semua warga Selandia Baru berduka untuk para pria tersebut... Kita bangsa yang sedang berduka.

John Key

Anggota keluarga dari para petambang berteriak menangis dan ada yang sampai jatuh ke lantai setelah mendengar berita itu, seperti disampaikan walikota Grey District, Tony Kokshoorn.

"Tidak bisa dipercaya. Ini merupakan masa yang paling hitam di kawasan pantai barat. Tidak akan lebih buruk dari ini," tutur Tony Kokshoorn.

Sementara Perdana Menteri Selandia Baru, John Key bencana ini sebagai tragedi nasional.

"Hari ini semua warga Selandia Baru berduka untuk para pria tersebut... Kita bangsa yang sedang berduka."

Dia juga menyerukan agar ditempuh penyelidikan tentang kenapa insiden tersebut sampai terjadi.

Sejak ledakan pertama Jumat akhir pekan lalu, sudah tidak ada kontak sama sekali dengan para petambang.

Dua di antara petambang yang terperangkap adalah warga Inggris, dua lagi warga Australia, satu Afrika Selatan, dan 24 lainnya adalah warga Selandia Baru.

Kemungkinan besar gas yang bisa meledak berada di dalam tambang sejak ledakan pertama dan gas itulah yang menghambat upaya penyelamatan.

Dua robot sudah dikerahkan masuk ke dalam areal pertambangan sebelum ledakan kedua dan robot pertama dilaporkan sempat mengirimkan gambar lampu dari helm para pekerja yang masih menyala.

Sebelumnya John Key memperingatkan agar mereka siap dengan kemungkinan terburuk karena harapan untuk menyelamatkan para petambang tampaknya semakin kecil.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.