Cina 'frustrasi' atas Korea utara

Kim Jong-il dan Hu Jintao bertemu di Beijing  18 Januari 2006
Image caption Pemimpin Cina disebutkan semakin frustasi terhadap Korea Utara

Para pejabat Cina menyatakan frustrasi kepada sekutu mereka Korea Utara, menurut teleks diplomatik Amerika Serikat yang dibocorkan.

Pyongyang bertindak sebagai "anak manja," menurut pejabat departemen luar negeri Cina yang dikutip tahun 2009 dalam teleks yang dibocorkan Wikileaks.

Salah satu teleks yang diterbitkan hari Senin menyebutkan Wakil Menteri Luar Negeri Cina, He Yafei, mengatakan kepada kuasa usaha Amerika di Beijing bahwa Korea Utara bertindak sebagai "anak manja" untuk mendapatkan perhatian Washington bulan April 2009 dengan melakukan uji coba peluru kendali.

"Cina, karena itu, mendorong Amerika Serikat, 'setelah beberapa waktu', untuk memulai kontak kembali dengan DPRK (Korea Utara)," tulis diplomat itu.

He mengatakan Wen akan mengupayakan Pyongyang menghentikan aktivitas nuklir dan kembali ke meja perundingan.

Pertemuan enam pihak yang ditujukan untuk meredakan masalah nuklir antara dua Korea, Amerika, Cina, Jepang dan Rusia terhenti sejak April 2009.

Korea Selatan dan Amerika mengatakan perundingan tidak akan dilanjutkan sampai Korea Utara beritikad menghentikan program nuklir.

Generasi muda Cina

Teleks kedua bulan September 2009 menyebutkan He Yafei tidak menganggap penting kunjungan Perdana Menteri Wen Jiabao ke Pyongyang, dengan mengatakan kepada Wakil Menteri Luar Negeri Amerika, James Steinberg: "Kami bisa saja tidak suka dengan mereka...(namun) mereka adalah negara tetangga."

Terungkapnya teleks diplomatik itu bocor ditengah meningkatnya ketegangan antara dua Korea setelah Pyongyang menyerang pulau milik Korea Selatan seminggu lalu.

Pemerintah Amerika mengatakan dibocorkannya dokumen oleh Wikileaks itu merupakan serangan terhadap masyarakat dunia tetapi kemitraan yang dibangun selama ini dapat bertahan menghadapi tantangan itu.

Cina mendesak Amerika untuk "menangani isu yang relevan," menurut pejabat departemen luar negeri.

Teleks lain menyebutkan tentang perundingan bulan Februari 2010 antara mantan Wakil Menteri Luar Negeri Korea Selatan Chung Yung-woo dan duta besar Amerika untuk Seoul, Kathleen Stephens.

Chung dilaporkan mengatakan bahwa generasi muda pimpinan Cina tidak lagi menganggap Korea Utara sebagai sekutu yang berguna dan dapat diandalkan, dan mereka tidak akan mengambil risiko terjadinya konflik bersenjata lagi di semenanjung Korea.

Chun juga memperkirakan bahwa Korea Utara "secara ekonomi telah ambruk dan akan jatuh secara politis, dua atau tiga tahun setelah kematian Kim Jong-il", walaupun Kim berusaha mendapat bantuan Cina untuk memuluskan suksesi putranya, tulis Kathleen Stephens.

Tawaran Ekuador pada pendiri Wikileaks

Komunikasi antara Departemen Luar Negeri Amerika dan kedutaan serta konsulat di seluruh dunia dikirim antara tahun 1966 dan 2010.

Teleks lain yang terungkap adalah laporan bahwa Raja Arab Saudi, Abdullah, termasuk diantara pemimpin Arab lain yang mendesak Amerika untuk menghancurkan fasilitas nuklir Iran.

Dokumen lain juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa bahan nuklir Pakistan bisa jatuh ke orang yang salah sehingga para militan dapat membuat bom atom. Terjadinya hacking komputer di Cina juga dilaporkan.

Wikileaks sejauh ini menerbitkan sekitar 278 dari 251,287 teleks yang mereka miliki. Tetapi, semua pesan-pesan diplomatik itu telah diberikan kepada lima media, termasuk New York Times dan harian Guardian, Inggris.

Wikileaks dan koran-koran yang telah menerbitkan pesan teleks tersebut mengatakan mereka melakukan itu untuk kepentingan publik.

Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan akan mengambil langkah tegas terhadap mereka yang "mencuri" informasi.

Belum ada yang dikenakan dakwaan atas kebocoran dokumen kepada Wikileaks.

Tetapi seorang tentara Amerika, Bradley Manning, seorang analis intelijen yang ditahan di Irak bulan Juni lalu, dicurigai dan dikenai dakwaan atas kebocoran video sebelumnya.

Teleks yang dibocorkan itu termasuk 77.000 dokumen rahasia Amerika tentang konflik Afghanistan bulan Juli, dan 400.000 dokumen tentang perang Irak bulan Oktober.

Wikileaks mengatakan penerbitan dokumen itu membuka tabir tentang perang, termasuk tuduhan penyiksaan dan laporan bahwa ada sekitar 15.000 lagi korban sipil di Irak.

Ekuador menawarkan pendiri Wikileaks Julian Assange untuk tinggal di negara itu "tanpa syarat."

Wakil Menteri Luar Negeri Kintto Lucas memuji orang seperti Assange "yang secara konstan menyelidiki" dan mencoba mencari informasi dari tempat-tempat sulit.

Berita terkait