Terbaru  7 Desember 2010 - 12:35 GMT

18 negara ikuti Cina boikot penyerahan Nobel Perdamaian

Liu Xiaobo tengah menjalani hukuman kurungan atas dakwaan subversi

Liu Xiaobo tengah menjalani hukuman kurungan atas dakwaan subversi

Cina dan 18 negara lainnya telah menyatakan mereka tidak akan menghadiri upacara penyerahan Hadiah Nobel Perdamaian hari Jumat untuk pembangkang Cina Liu Xiaobo, kata Panitia Nobel Norwegia.

Rusia, Arab Saudi, Pakistan, Irak and Iran termasuk negara yang akan absen, sedangkan 44 negara menyatakan akan hadir.

Seorang pejabat Cina mengatakan ''kebanyakan'' negara tidak akan hadir dalam acara tersebut.

Cina tidak akan berubah akibat ''campur tangan oleh beberapa badut'', kata juru bicara kementerian luar negeri Cina, Jiang Yu.

Panitia Nobel menggambarkan Liu sebagai ''simbol terdepan'' perjuangan hak asasi manusia di Cina.

Menurut lembaga tersebut dalam pernyataannya, utusan Rusia, Kazakhstan, Kolombia, Tunisia, Arab Saudi, Pakistan, Serbia, Irak, Iran, Vietnam, Afghanistan, Venezuela, Filipina, Mesir, Sudan, Ukraina, Kuba dan Maroko akan absen dari acara tersebut ''dengan beragam alasan''.

Dua negara, Sri Lanka dan Aljazair, tidak menanggapi undangan, dan 44 akan hadir.

Pejabat paling senior PBB untuk urusan HAM, Navi Pillay, dikecam karena menyatakan dia tidak akan hadir.

Pernyataan Panitia Nobel menambahkan sepuluh negara absen dari upacara serupa tahun 2008 ketika Hadiah Nobel dianugerahkan kepada mantan Presiden Finlandia dan utusan khusus Martti Ahtisaari.

'Perjuangan panjang'

Hadiah Nobel Perdamaian paling menarik perhatian

Hadiah Nobel Perdamaian paling menarik perhatian

Sementara itu, juru bicara kementerian luar negeri Cina Jiang yu menyatakan lebih dari 100 negara mendukung Beijing.

"Orang-orang di Panitia Nobel mengatur ribut-ribut anti-Cina," kata Jiang.

''Kami menentang orang yang meributkan Liu Xiabo dan campur tangan dalam urusan pengadilan Cina,'' kata pejabat Cina tersebut. ''Kami tidak akan berubah akibat campur tangan oleh beberapa badut.''

Liu, 54 tahun, adalah tokoh terkemuka dalam demonstrasi Lapangan Tiananmen pada tahun 1989.

Tahun lalu dia dihukum 11 tahun karena ''mengobarkan subversi'' setelah menyusun rancangan Piagam 08 yang menyerukan demokrasi multipartai dan hak asasi manusia dihormati di Cina.

Pernyataan Yayasan Nobel menyebutkan: "Liu tanpa henti berpendirian bahwa hukuman itu melanggar konstitusi Cina sendiri dan hak-hak asasi manusia.''

Lembaga itu memuji Liu atas ''perjuangan panjang dan tanpa kekerasan'' dan menegaskan keyakinannya terhadap 'kaitan erat antara hak asasi dan perdamaian''.

Namun, dia maupun anggota keluarganya tidak akan diperkenankan untuk menerima langsung perdamaian.

Istrinya, Liu Xia, dikenai tahanan rumah sejak dia dinyatakan meraih Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini.

Para sahabat dan pendukung Liu juga dihalangi keluar dari Cina.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.