Terbaru  14 Desember 2010 - 09:24 GMT

Pencarian korban kapal Korsel dihentikan

Inilah kapal Insung No 1 yang tenggelam di perairan Samudera Selatan

Inilah kapal pukat laut dalam Insung No 1 yang tenggelam di Samudera Selatan

Tim SAR Selandia Baru menghentikan pencarian 17 awak kapal pukat Korea Selatan, termasuk lima WNI, yang tenggelam di Samudera Selatan.

Lima dari 42 awak kapal pukat In Sung No 1 tewas dan 20 diselamatkan setelah kapal penangkap ikan tersebut karam sekitar 2.000 km selatan Selandia Baru.

Kapal itu tenggelam sekitar pukul 0630 waktu Selandia Baru (0230 WIB).

Selain dari Korea Selatan dan Indonesia, sebagian awak kapal tersebut juga berasal dari Cina, Filipina dan Rusia.

Keduapuluh ABK yang selamat ditolong oleh kapal penangkap ikan lain yang tengah beroperasi tak jauh dari In Sung No 1.

Tenggelam cepat

Peta lokasi perairan Samudera Selatan

Peta lokasi perairan Samudera Selatan

Tim penolong Selandia Baru menyatakan tidak jelas penyebab kapal pukat Korea Selatan tadi tenggelam.

Kondisi air laut dilaporkan tenang ketika insiden terjadi. Pesan kapal dalam bahaya atau SOS juga tidak dikirim dari kapal tersebut.

Koordinator pencarian korban, Dave Wilson mengatakan sangat tidak mungkin orang bisa bertahan hidup di perairan yang sangat dingin dalam waktu sangat lama.

Sayangnya, Samudera Selatan adalah lingkungan yang luar biasa keras

Dave Wilson

''Sayangnya, Samudera Selatan adalah lingkungan yang luar biasa keras,'' tambahnya.

''Dengan suhu laut sekitar 2 Celsius, rentang waktu untuk bisa bertahan hidup bagi awak di air pasti sangat pendek,'' katanya.

Menurut Wilson, petunjuk medis menyatakan orang yang tidak mengalami gangguan jantung ketika masuk air mungkin akan pingsan setelah satu jam, dan tidak bisa diberi pertolongan pertama untuk menyadarkan dari pingsan setelah dua jam.

''Kita fahami kapal itu tenggem cepat, dan kru harus meninggalkan kapal tanpa waktu untuk mengenakan peralatan darurat yang memadai. Sayangnya, sangat tidak mungkin siapa pun yang tidak ditolong kemarin masih mungkin bertahan,'' tegas Wilson.

Jurubicara perusahaan pemilik kapal, In Sung corporation, yang berbasis di Busan, Korea Selatan, mengatakan kapal itu tenggelam dalam waktu 30 menit.

''Kami mencoba menemukan penyebab kapal itu tenggelam begitu cepat,'' kata si juru bicara kepada kantor berita AFP.

''Kami yakin kapal itu mungkin menabrak gunung es atau gelombang kuat, meski kami belum mendapatkan buktinya. Kami sedang mengumpulkan informasi dari awak yang selamat,'' ujarnya.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.