Seekor anjing dianggap hina Hitler

Tor Borg dan Jackie
Image caption Jackie dan pemiliknya Tor Borg tidak jadi dituntut ke pengadilan

Di masa perang dunia kedua, Pemerintah Jerman rupanya pernah dibuat pusing oleh seekor anjing bernama Jackie, yang dapat meniru salam ala Nazi.

Pemerintah Jerman menganggap anjing itu menghina pemimpin mereka Hitler, dan melakukan kampanye untuk melawan pemilik anjing yang berasal dari Finlandia itu.

Seperti diberitakan Istri pemilik anjing, Tor Borg memberikan nama panggilan Hitler kepada Jackie, karena tingkah anjing mengingatkannya kepada Hitler.

Jackie sering mengangkat satu kaki depannya dan menggonggong.

Dalam dokumen yang baru ditemukan, menunjukan Borg sempat diinterogasi karena dicurigai menghina Hitler.

Selain itu, dalam dokumen disebutkan pemerintah Jerman berusaha untuk menghancurkan bisnisnya.

Peneliti dari kantor Kementrian Luar Negeri Jerman menemukan dokumen dan kabel diplomatik mengenai Jackie yang selama ini tersembunyi.

Seperti ditulis dalam surat kabar the Tagezeitung, dokumen itu telah dikirimkan oleh kantor kemnetrian luar negeri, kementrian ekonomi, dan perwakilan pemerintah Nazi dan diplomat Jerman di Finlandia.

Salam Hitler

Di salah satu dokumen tertanggal 29 Januari 1941, perwakilan Jerman di Helsinki Willy Erkelenz menulis "Saksi, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan dia melihat dan mendengar anjing milik Borg bereaksi mendengar perintah 'Hitler' dengan mengangkat kaki depannya.

Borg dipanggil ke kedutaan besar Jerman untuk dimintai keterangan, dan dia mengakui istrinya Josephine - yang dikenak anti Nazi Jerman - memanggil anjing mereka dengan sebutan Hitler.

Tetapi dia membantah terlibat dalam tindakan yang dapat dilihat sebagai penghinaan kepada pemimpin Nazi- Hitler.

Kedutaan besar menyampaikan kepada pejabat di Berlin : "Borg, meski mengklaim sesuatu, tetapi tidak mengatakan semuanya dengan jujur,"

Masalah anjing ini ternyata menyedot perhatian kantor kementrian luar negeri Jerman, dengan menghabiskan waktu tiga bulan untuk menyelidiki Borg untuk dibawa ke pengadilan, tetapi tidak ada saksi.

Selain menyelidiki pemilik anjing, pemerintah Nazi juga berusaha untuk menghancurkan usaha farmasi miliki Borg salah satunya dengan meminta para pemasok - salah satunya IG Farben- untuk tidak berbisnis dengan Borg.

Tetapi pada Maret 1941, perwakilan Jerman menutuskan untuk tidak membawa kasus ini ke pengadilan. Tetapi tidak ada keterangan yang jelas apakah Adolf Hitler terlibat dalam kasus 'penghinaan' dirinya itu.

Borg meninggal pada tahun 1959, perusahaanya Tampereen Rohdoskauppa Oy, kemudian diganti Tamro Group, menjadi salah satu perusahaan farmasi yang sukses seperti diberitakan oleh AP.