Presiden Tunisia mengundurkan diri

Unjuk rasa di Tunisia
Image caption Para pengunjuk rasa menuntut agar Presiden Ben Ali segera mengundurkan diri.

Presiden Tunisia akhirnya mengundurkan diri, sesuai dengan tuntutan pengunjuk rasa.

Perdana Menteri Mohammed Ghannouchi mengatakan akan mengambil alih kekuasaan sementara dari Presiden Zine al-Abidine Ben Ali.

Pengumuman pengunduran diri itu disampaikan oleh Ghannouchi lewat saluran TV negara.

Disebutkan bahwa Presiden Ben Ali untuk sementara tidak mampu melaksanakan tugasnya.

"Karena presiden untuk sementara waktu tidak mampu melaksanakan tugas-tugasnya, sudah diputuskan bahwa perdana menteri untuk sementara waktu akan melaksanakan tuags-tugasnya."

Ghannouchi, 69, pernah menjabat menteri keuangan sebelum menjadi perdana menteri pada tahun 1999.

Masih tidak diketahui keberadaan Ben Ali namun dua saluran TV Arab menyebutkan dia sudah meninggalkan Tunisia walau laporan itu belum bisa dikukuhkan.

Pengunduran diri ini diumumkan tak lama setelah pernyataan keadaan darurat dan pembubaran kabinet serta parlemen.

Pemilihan parlemen akan diselenggarakan dalam waktu enam bulan mendatang.

Presiden Ben Ali -dalam pernyataan yang disiarkan lewat saluran TV nasional Kamis (13/01)- berjanji tidak akan mencalonkan diri lagi dalam pemilihan 2014.

Ben Ali, 74, merupakan presiden kedua Tunisia sejak merdeka dari Prancis tahun 1956.

Dia mulai menjadi presiden sejak tahun 1987 dan dalam pemilihan 2009 kembali berkuasa dengan merebut sekitar 90% suara.

Namun krebilitasnya ambruk sejak unjuk rasa yang berlangsung selama beberapa pekan ini untuk menentang kenaikan harga pangan, korupsi, dan pengangguran.

Berita terkait