Pembom bunuh diri Irak tewaskan 50 orang

Pemboman di Ramadi
Image caption Aksi bom bunuh diri meski tidak sering masih terjadi di Irak

Pembom bunuh diri menewaskan sedikitnya 50 orang di luar pusat pendaftaran calon polisi di Tikrit, Irak.

Setidaknya 100 lainnya terluka akibat ledakan di kota yang terletak 130 kilometer utara Baghdad.

Jumlah korban aksi pemboman hari Selasa (18/1) ini merupakan yang tertinggi dalam satu serangan sejak pengepungan gereja di Baghdad bulan Oktober yang menewaskan lebih dari 50 orang.

Insiden kekerasan di Irak menurun dalam beberapa tahun ini namun serangan maut masih terus terjadi.

Pembom yang mengenakan rompi penuh bahan peledak berada di tengah-tengah sekitar 100 calon polisi yang menunggu di luar gedung untuk diwawancarai, kata beberapa saksi.

Para pejabat mengatakan sebagian besar adalah calon polisi.

Kota Saddam

Wakil Gubernur Provinsi Salahuddin Ahmed Abdul-Jabbar mengatakan serangan itu merupakan aksi "teroris".

"Siapa lagi kalau bukan Al Qaeda yang membunuhi kita?," katanya.

Rumah sakit utama Tikrit dipenuhi oleh para korban, kata beberapa laporan. Mesjid-mesjid setempat melalui pengeras suara menyerukan donor darah.

Jumlah korban tidak seperti biasanya tinggi dalam aksi bom bunuh diri yang dilakukan satu orang, kata pengamat.

Diperkirakan pembom ini membawa bom sampai sekitar 50 kilogram.

Tikrit merupakan kampung halaman bekas diktator Irak Saddam Hussein dan pangkalan bagi kaum perlawanan.

Sebuah serangan terhadap akademi polisi di kota ini menewaskan 40 orang pada tahun 2007.

Pusat perekrutan polisi dan militer Irak sering menjadi sasaran pembom bunuh diri, kata wartawan BBC, Ayoubi Roula, di Baghdad.

Secara keseluruhan sebenarnya insiden kekerasan di Irak menurun tajam sejak pembunuhan sektarian 2006-2007 namun penembakan dan pemboman masih terjadi setiap hari.

Pasukan Amerika secara resmi mengakhiri operasi tempur Agustus lalu menjelang penarikan seluruh pasukannya akhir tahun ini.

Berita terkait