Terbaru  18 Januari 2011 - 09:50 GMT

Ghannouchi bela wajah lama di kabinet Tunisia

Mohammed Ghannouchi

Ghannouchi berharap janji kebebasan pers menenangkan masyarakat

Perdana Menteri Tunisia Mohammed Ghannouchi membela masuknya menteri dari rejim lama dalam pemerintahan barunya.

Dia mempertahankan menteri-menteri "yang bersih" dan selalu bertindak "untuk melindungi kepentingan internasional," katanya kepada radio Prancis Europe 1.

Kabinet baru ini mulai bekerja di tengah sisa-sisa ketegangan di jalan-jalan.

Presiden Zine al-Abidine Ben Ali digulingkan Jumat lalu (14/1) oleh aksi jalanan setelah berbulan-bulan unjuk rasa dimana 78 orang tewas. Kini Ben Ali melarikan diri ke Arab Saudi.

Sejauh ini belum ada reaksi dari jalan-jalan setelah pengumuman kabinet persatuan yang memasukkan wajah-wajah lama. Ghannouchi sendiri merupakan sekutu dari mantan presiden Ben Ali.

Namun wartawan BBC, Wyre Davies, melaporkan janji untuk kebebasan politik dan media banyak menenangkan pengunjuk rasa.

Menurutnya, tugas pemerintah sekarang adalah bergerak cepat untuk memulai reformasi konstitusi dan mempersiapkan pemilu yang bebas dan adil yang dijanjikan kepada rakyat Tunisia.

Ditambahkan pula, tantangan mendesak pemerintah adalah mengembalikan stabilitas ekonomi. Krisis politik Tunisia diperkirakan menyebabkan kerugian sampai US$2 miliar.

'Kebebasan mutlak'

Dalam wawancara hari Selasa, Ghannouchi berjanji semua yang terlibat represi di Tunisia pada masa Presiden Ben Ali akan dihadapkan ke pengadilan.

Menteri luar negeri, menteri dalam negeri, dan menteri pertahanan masih dipertahankan ketika Ghannouchi mengumumkan pemerintahan baru hari Senin meskipun tiga tokoh oposisi utama menempati posisi penting.

Kami telah memutuskan untuk membebaskan warga dari penjara yang menahan ide, keyakinan atau kebebasan mengemukakan pendapat berlawanan

Mohammed Ghannouchi

Ahmed Ibrahim, pemimpin oposisi dari Partai Ettajdid menjadi menteri pendidikan tinggi sedangkan Mustafa Ben Jaafar dari Serikat Kebebasan dan Buruh menduduki kursi menteri kesehatan.

Najib Chebbie, pendiri Partai Demokrat Progresif ditunjuk sebagai Menteri Pembangunan yang baru.

Ghannouchi berjanji bahwa semua partai politik akan diizinkan untuk aktif di Tunisia.

Para tahanan politik akan dibebaskan dan media akan diizinkan untuk "kebebasan mutlak", katanya hari Senin.

"Kami telah memutuskan untuk membebaskan warga dari penjara yang menahan ide, keyakinan atau kebebasan mengemukakan pendapat berlawanan," ujar Ghannouchi seperti dikutip kantor berita AFP.

Pengumuman pemerintah baru ini juga diikuti dengan keputusan menghapus kementerian informasi dan menciptakan negara dimana media memiliki "kebebasan mutlak".

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.