Terbaru  21 Januari 2011 - 05:46 GMT

Pertemuan Istanbul bahas nuklir Iran

Uranium Iran

Iran menyebutkan pengayaan uranium untuk tujuan perdamaian

Iran dan negara-negara besar berkumpul di Istanbul Turki, untuk memulai pembicaraan baru tentang program nuklir Iran.

Pertemuan ini tidak diharapkan akan menghasilkan terobosan besar, tetapi setidaknya merupakan proses konstruktif berkaitan dengan program nuklir Iran.

Sebelumnya, PBB menjatuhkan empat tahap sanksi bagi Iran dalam beberapa tahun ini jika tidak menutup seluruh program nuklirnya.

Negara-negara barat menuduh Iran membangun senjata nuklir, tetapi dibantah oleh Teheran.

Sementara, Iran bersikeras program pengayaan uranium dilakukan untuk perdamaian dan sesuai dengan hukum internasional.

Para perunding dari Cina, Prancis, Jerman, Rusia, Inggris dan AS akan bertemu dengan Iran pada Jumat (21/1) dan Sabtu (22/1) di Istana Ottoman di Bosphorous, Istanbul Turki.

Pertemuan itu akan dipimpin oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Baroness Catherine Ashton.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Mark Toner mengatakan Washington tidak mengharapkan terobosan besar dalam pertemuan ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, negosiasi yang dilakukan dengan Iran hampir tidak menghasilkan sesuatu, seperti disampaikan oleh koresponden BBC di Iran James Reynolds yang melaporkan dari Istanbul.

Faktor itulah yang menyebabkan, diplomat barat menetapkan satu penyelesaian dalam rangkaian pertemuan ini.

Mereka ingin mendesak Iran untuk membersihkan cadangan uranium, yang diperkirakan mencapai tiga ton, seperti dilaporkan koresponden BBC.

Sehingga program pengayaan uranium itu tidak cukup untuk membuat senjata nuklir.

Pejabat Iran menyebutkan ingin mengurangi cadangan uranium, tetapi jumlah itu tidak cukup menurut negara-negara besar.

Koresponden BBC melaporkan, negara-negara barat ingin agar Iran membersihkan sebagian besar cadangan uranium untuk memastikan agar negara itu tidak dapat membuat satu bom pun.

Pertemuan Istanbul ini merupakan yang ketiga.

Kesepakatan pertama disetujui pada Oktober 2009, tetapi tidak dipatuhi.

Dan pada Mei tahun lalu, Brasil dan Turki menawarkan kesepatakan versi baru dengan Iran, tetapi ditolak oleh negara-negara barat.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.