Barat 'kecewa' dengan perundingan Iran

Saeed Jalili dan Catherine Ashton
Image caption Perundingan ini mengecewakan pihak asing yang berunding dengan Iran

Negara-negara asing yang berunding dengan Iran mengenai program nuklir Teheran mengatakan mereka "kecewa" setelah satu babak perundingan berakhir tanpa mencatat kemajuan di Istanbul.

Kepala urusan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton yang memimpin tim internasional mengatakan Iran ingin semua kesepakatan dicapai tanpa syarat.

Walaupun tidak ada tanggal untuk perundingan baru, Ashton mengatakan "pintu masih tetap terbuka".

Seorang pejabat Iran mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa akan ada perundingan lanjutan tetapi belum ada keputusan mengenai tanggal dan tempat.

Tim internasional mengusulkan versi baru pertukaran bahan bakar nuklir, tetapi Iran justru ingin membahas perlucutan senjata.

Sumber-sumber diplomatik Barat menyatakan kemarahan dan rasa frustrasi mereka atas perilaku Iran dalam perundingan ini.

Ashton memimpin delegasi yang terdiri dari utusan Prancis, Jerman, Rusia, Inggris, Amerika Serikat dan Cina dalam perundingan dua hari ini.

Amerika dan negara-negara Barat lainnya mengatakan Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang selalu dibantah Iran.

Perbaikan kesepakatan

Ashton mengatakan prasyarat yang diajukan Iran bukan "cara untuk bisa memajukan perundingan".

Dia mengatakan kepada para wartawan bahwa timnya menawarkan Iran "langkah-langkah praktis...untuk melangkah maju". Salah satunya adalah rencana yang sudah diperbaharui soal pertukaran bahan bakar.

Tidak ada rincian mengenai isi perbaikan rencana awal yang ditolak Iran tahun 2009 itu.

Usulan awal yang di tengah oleh badan PBB urusan Energi Atom Internasional (IAEA) itu meminta Iran mengirim 70 persen uranium yang baru diperkaya sekitar 3,5 persen ke Rusia untuk diproses kembali menjadi batang bahan bakar dengan tingkat kekayaan uranium sekitar 20 persen.

Batang bahan bakar itu kemudian dikembalikan ke Iran untuk digunakan dalam satu reaktor penelitiannya.

Rencana itu dirancang untuk mencegah Iran punya alasan memperkaya uranium itu lebih jauh lagi, atau memperkaya uranium itu hingga sampai 90 persen, tingkat yang diperlukan untuk membuat bom nuklir.

Iran menampiknya dengan menawarkan pertukaran uranium yang belum banyak diperkaya dengan batang bahan bakar tetapi di dalam Iran sendiri.

Berbagai laporan menyebutkan Iran khawatir khawatir tidak bisa mendapatkan kembali uraniumnya dan juga sama sekali tidak mendapatkan batang bahan bakar uranium yang sudah diperkaya.

Tawaran ini menjadi basi ketika Februari 2010, Iran mengumumkan sudah memperkaya uraniumnya hingga 20 persen.

PBB menerapkan empat jenis sanksi kepada Iran selama beberapa tahun belakangan.

Walaupun sanksi ini membuat Iran kesulitan mendapatkan peralatan, teknologi dan dana untuk mendukung kegiatan nuklirnya, tetapi tidak bisa menghentikan Iran memperdagangkan minyak dan gas, sumber pendapatan Iran yang utama.

Berita terkait