Terbaru  29 Januari 2011 - 02:19 GMT

Husni Mubarak bubarkan kabinet Mesir

Kendaraan militer di Kairo

Kendaraan militer di pusat kota Kairo menyusul gelombang unjuk rasa anti pemerintah.

Presiden Mesir Husni Mubarak membubarkan kabinet menyusul gelombang unjuk rasa antipemerintah yang telah menewaskan 26 orang minggu ini.

Sebelumnya pemerintah Mesir menerapkan larangan keluar rumah di Kairo, Iskandariyah, dan Suez sementara pemerintah berusaha mengendalikan situasi.

Mubarak mengatakan ia akan mengumumkan jajaran kabinet baru pada hari Minggu (30/01).

Mubarak, yang menghadapi penentangan terbesar selama berkuasa 31 tahun ini, juga telah memerintahkan militer turun ke jalan menghadapi para demonstran

Dalam pernyataannya di televisi, Mubarak membela keputusannya untuk menggunakan kekuatan militer dalam menghadapi situasi di jalan.

'Takkan biarkan Mesir ambruk'

Mubarak juga mengatakan bahwa walaupun ia mengerti kegelisahan para pengunjuk rasa, ia tidak akan membiarkan para demonstran menumbangkan negara Mesir.

Ribuan orang telah turun ke jalan minggu ini di kota Kairo, Suez, Iskandariyah, untuk menentang pemerintahan Husni Mubarak.

Larangan keluar rumah diberlakukan dari pukul 18.00 sampai pukul 07.00 waktu setempat.

Sementara itu pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan meninjau ulang bantuan luar negerinya ke Mesir.

Mesir adalah penerima bantuan luar negeri Amerika terbesar ke empat setelah Afghanistan, Pakistan, dan Israel.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.