Terbaru  6 Februari 2011 - 09:38 GMT

Kejuaraan Sumo dibatalkan karena skandal

Pesumo Jepang

Sedikitnya 13 pesumo senior diduga terlibat skandal

Asosiasi Sumo Jepang atau Japan Sumo Association (JSA) membatalkan turnamen besar bulan depan karena tuduhan pengaturan hasil pertandingan.

Inilah pembatalan pertama sejak 1946 ketika stadion utama Tokyo diperbarui.

Polisi sedang menyelidiki tuduhan pengaturan hasil pertandingan dimana 13 pegulat senior diduga terlibat.

Bulan Juli lalu badan penyiaran Jepang NHK, membatalkan siaran langsung televisi turnamen sumo untuk pertama kalinya dalam 50 tahun terakhir setelah terungkapnya skandal judi.

Perdana Menteri Jepang Naoto Kan menyatakan skandal pengaturan hasil pertandingan menipu masyarakat.

Sumo asalnya berkaitan dengan ritual keagamaan dan para pegulatnya diharapkan menghormati kode etik yang ketat atas perilaku sehari-hari.

Dalam tuduhan terbarunya, ketua JSA pekan lalu mengatakan, pesan-pesan SMS yang ditemukan dalam telepon seluler menduga 13 pegulat senior terlibat.

Salah satu pesan pendek itu merinci bagaimana seorang pegulat akan menyerang dan pegulat lainnya terjatuh dengan imbalan ratusan ribu yen.

Pesan-pesan itu ditemukan tahun lalu setelah polisi menyita telepon genggam selama penyelidikan perjudian ilegal pertandingan baseball oleh para pegulat yang menggunakan gangster sebagai penghubungnya.

Pekan lalu Menteri Olahraga Yoshiaki Takaki mengatakan kepada parlemen dua pesumo dan seorang mantan pesumo mengaku terlibat dalam pengaturan pertandingan sumo.

Sumo memiliki tempat tersendiri bagi masyarakat Jepang yang memandangnya bukan hanya sekedar olah raga, tetapi juga simbol tradisi dan budaya negara itu.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.