Presiden Mubarak akhirnya mundur

Terbaru  11 Februari 2011 - 16:11 GMT

Mubarak mundur

Presiden Husni Mubarak dan wakilnya

Presiden Mubarak bersama keluarganya telah pergi ke Sharm el-Sheikh

Presiden Mesir Husni Mubarak akhirnya mengundurkan diri Jumat, (11/2) di tengah tuntutan mundur para demonstran.

Wakil Presiden Mesir, Omar Suleiman, baru saja mengumumkan Presiden Mubarak memutuskan mundur, dan kewenangan dipegang oleh dewan militer.

"Atas nama Allah yang Maha Penyayang, dalam situasi yang sangat sulit yang dihadapi Mesir, Presiden Husni Mubarak memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai presiden republik dan menunjuk Dewan Militer untuk menjalan tugas-tugas negara," kata Suleiman.

"Semoga Allah membantu kita semua," tambah Wapres Mesir.

Rezim tumbang

Pengumuman melalui televisi ini sontak disambut meriah oleh massa yang berdemonstrasi di Lapangan Tahrir dan kota-kota lain, seperti di Iskandariah.

"Rakyat telah menumbangkan rezim"

Demonstran Mesir

Mereka bersorak-sorai dan melambaikan bendera Mesir.

"Rakyat telah menumbangkan rezim," teriak mereka.

Di jalan-jalan Kairo, para pengemudi membunyikan klakson untuk merayakan pengunduran diri Mubarak. Terdengar juga tembakan.

Ratusan ribu massa yang tumpah ke Lapangan Tahrir untuk semula mengadakan demonstrasi lanjutkan, kini bersorak gembira.

Tokoh oposisi Mesir, Mohammed ElBaradei, menyebut pengunduran diri Presiden Mubarak setelah berkuasa lebih dari tiga puluh tahun sebagai hari paling besar dalam hidupnya.

Ketika berbicara di Kairo, Baradei mengatakan setelah penindasan selama puluhan tahun, Mesir akhirnya bebas.

Pengalihan kekuasaan kepada militer ini melanggar konstitusi dan wartawan BBC di Kairo mengatakan kini masih belum jelas apakah pengunduran diri Mubarak akan membuat demonstran puas karena mereka menginginkan pemerintahan sipil baru.

Secara resmi, ketua parlemen Mesir yang seharusnya mengambil alih kekuasaan.

Sebelumnya, diumumkan bahwa Presiden Mubarak telah meninggalkan Kairo bersama keluarga ke sebuah kawasan tetirah di Mesir, Sharm el-Sheikh.

Obama: awal dari transformasi

Presiden Barack Obama mengatakan pengunduran diri Husni Mubarak hanya merupakan awal dari transformasi Mesir.

Presiden Barack Obama

Presiden Obama memuji militer Mesir yang dinilai bertanggung jawab.

"Ada beberapa momen dalam kehidupan kita ketika mendapat kesempatan istimewa untuk menyaksikan sejarah berlangsung. Dan ini adalah salah satu dari momen itu."

"Dengan mengundurkan diri, Presiden Mubarak menanggapi kelaparan rakyat Mesir akan perubahan. Namun ini bukan akhir dari transisi Mesir, ini adalah awal," tambahnya.

Dalam pernyataannya, Obama mengatakan masih banyak hal yang belum terjawab dalam situasi saat ini namun yakin bahwa rakyat Mesir akan menemukan jawabannya secara damai.

Dia juga meminta agar militer mencabut keadaan darurat serta memulai persiapan untuk pemilihan umum yang bebas dan adil.

Selain itu Obama memuji militer yang menolak untuk menggunakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa dengan mengatakan aparat militer Mesir bertindak secara patriotik dan bertanggung jawab.

Kawan lama

"Kita tidak bisa mengelak, namun kita mendengar gema sejarah, gema dari warga Jerman yang menjatuhkan Tembok Berlin, mahasiswa Indonesia yang turun ke jalan, dan Gandhi yang memimpin rakyat ke jalan keadilan."

Presiden Barack Obama

Washington merupakan kawan lama Presiden Husni Mubarak, namun pada masa unjuk rasa, Presiden Obama mengatakan menyambut baik transisi kekuasaan yang damai di Mesir.

"Amerika Serikat akan terus menjadi teman dan mitra Mesir," kata Obama sambil berjanji akan memberikan bantuan apapun yang diperlukan dan yang diminta Mesir dalam masa transisi.

Obama membandingkan gerakan unjuk rasa kaum muda Mesir ini dengan warga Jerman yang meruntuhkan Tembok Berlin, serta unjuk rasa di Indonesia yang berhasil menggulingkan Presiden Suharto, dan Gandhi yang memimpin kemerdekaan India.

"Kita tidak bisa mengelak, namun kita mendengar gema sejarah, gema dari warga Jerman yang menjatuhkan Tembok Berlin, mahasiswa Indonesia yang turun ke jalan, dan Gandhi yang memimpin rakyat ke jalan keadilan."

"Mesir yang demokratis dapat memanjukan peran dari kepemimpinan yang bertanggung jawab tidak hanya di kawasan tapi juga di seluruh dunia."

Dan dia mengutip tokoh kebebasan sipil Amerika, Martin Luther King: "Ada sesuatu dalam jiwa yang memekikkan kebebasan."

Reaksi dunia

Mesir pasca Mubarak lengser

Sekjen PBB meminta pemerintah transisi segera membuat rencana.

Sejumlah pemimpin dunia menyambut pengunduran diri Husni Mubarak sebagai presiden Mesir, Jumat (11/2).

Sekjen PBB Ban Ki-Moon mengatakan suara rakyat Mesir telah didengar dan berharap sekarang Mesir bisa melangkah maju.

"Saya menyerukan kepada pemerintahan sementara untuk menyusun rencana ke depan dengan mengikutsertakan semua pemangku kepentingan," kata Ban Ki-Moon.

Sementara itu, Sekjen Liga Arab, Amir Moussa, mengatakan inilah saatnya untuk membuat konsensus nasional di Mesir.

Adapun di Tunisia -yang menjadi inspirasi di Mesir setelah mereka berhasil menggulingkan Presiden Ben Ali- warga berjoget di jalan-jalan dan membunyikan klakson mobil.

Perjanjian damai dengan Israel

Penduduk di wilayah Palestina juga turut merayakan kemenangan rakyat Mesir dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Mesir. Gerakan Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, mengatakan inilah permulaan revolusi Mesir.

"Saya menyerukan kepada pemerintahan sementara untuk menyusun rencana ke depan dengan mengikutsertakan semua pemangku kepentingan."

Ban Ki-Moon

Sejumlah pejabat Mesir menyampaikan harapan bahwa peralihan kekuasaan tidak akan mempengaruhi perjanjian damai antara Israel dan Mesir.

Semenara itu Gerakan Hizbullah di Lebanon juga menyampaikan selamat kepada rakyat Mesir atas kemenangan ini.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, mengatakan Mubarak telah mendengarkan suara rakyat Mesir dan membuka jalan bagi reformasi.

Dia mengatakan adalah penting diadakan dialog guna membentuk pemerintahan yang berbasis luas. Ashton menambahkan negara-negara Eropa siap membantu Mesir.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, menyebut peristiwa ini sebagai "perubahan bersejarah" di Mesir dan mengatakan dia merasakan apa yang dialami oleh jutaan rakyat Mesir yang turun ke jalan-jalan. Namun dia mengingatkan Mesir untuk menghormati traktat perdamaian dengan Israel tahun 1979.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron, menyebut hari luar biasa dan kini muncul peluang berharga untuk menciptakan Mesir yang bebas, terbuka dan demokratis.

Di Amerika Serikat, Wakil Presiden Joe Bidden menyebut peristiwa di Mesir sebagai saat penting bagi Timur Tengah.

Pemerintah Swiss telah membekukan apa yang disebut aset-aset Mubarak di Swiss.

Mesir tanpa Mubarak

Selama 18 hari tekad Husni Mubarak untuk mempertahankan kekuasaan berbenturan keras dengan keinginan jutaan rakyat Mesir yang menuntut Mubarak mundur.

Husni Mubarak

Masa depan Mesir setelah Mubarak jatuh masih belum jelas.

Meski Mubarak telah mundur, kelompok demonstran di Lapangan Tahrir tidak menyodorkan pemimpin alternatif.

Selama dua minggu lebih, mereka bersatu menyerukan Presiden Husni Mubarak mundur dan menuntut perubahan ke arah demokrasi.

Berdasarkan undang-undang Mesir, ketua parlemen Mesir seharusnya mengambil alih kekuasaaan dengan kapasitas sebagai penjabat.

Namun semua orang tahu bahwa militerlah sebagai lembaga politik paling kuat di Mesir yang akan berkuasa.

Hal tersebut tersurat dalam pengumuman Wakil Presiden Omar Suleiman -yang juga harus mundur- bahwa Presiden Mubarak memberikan wewenang kepada Dewan Militer.

Militer Mesir tiba-tiba berada di pusaran tengah walau semula enggan turut menggusur Presiden Mubarak, pada sisi lain militer juga enggan mengusir massa yang menumpuk di Lapangan Tahrir.

Belum jelas

"Setelah masa itu, tidak diketahui apa yang akan terjadi. Tetapi Mesir tidak bisa kembali seperti masa lalu."

John Simpson

Hingga kini belum jelas apa yang menyebabkan akhirnya Mubarak bersedia megundurkan diri.

Menurut wartawan BBC di Kairo, John Simpson, pucuk pimpinan militer mungkin melihat terjadi perpecahan di jajaran militer.

Para jenderal condong mendukung Presiden Husni Mubarak karena mereka sama-sama dari generasi yang sama, sedangkan kalangan perwira muda menaruh simpati kepada demonstran.

Untuk sementara ini, militer akan tetap berkuasa di Mesir, paling tidak sampai pemilihan presiden yang diperkirakan akan digelar Agustus atau September mendatang.

"Setelah masa itu, tidak diketahui apa yang akan terjadi. Tetapi Mesir tidak bisa kembali seperti masa lalu," kata Simpson.

Namun karena militer enggan terlalu menekan aksi demonstrasi massa, rakyat Mesir sementara ini mungkin akan memberikan kesempatan kepada militer.

Jadi, suasana perayaan dalam menandai akhir kekuasaan otoriter Husni Mubarak mungkin akan mengabaikan sejumlah pertimbangan konstitusional, bahwa bukan ketua parlemen yang semestinya menjadi pemimpin sementara negara.

Profil Mubarak

Muhammad Husni Sayyid Mubarak lahir 4 Mei 1928 dari keluarga miskin di sebuah desa kecil di delta Sungai Nil.

Anwar Sadat dan Husni Mubarak

Husni Mubarak bersama pendahulunya, Presiden Anwar Sadat.

Dia lulus dari akademi militer Mesir tahun 1949 dan kemudian diangkat sebagai perwira angkatan udara pada tahun 1950.

Sebagai kepala staf angkatan udara dan wakil menteri pertahanan, Mubarak berperan penting dalam melancarkan serangan mendadak atas pasukan Israel yang menduduki Semenanjung Sinai pada awal Perang Yom Kippur di tahun 1973.

Dua tahun kemudian dia diangkat sebagai wakil presiden oleh Presiden Anwar Saddat.

Ketika Sadat dibunuh pada tahun 1981, dia diangkat menjadi presiden.

Tak dikenal

Waktu itu tidak banyak yang mengira bahwa Mubarak yang tidak begitu dikenal, akan bisa bertahan begitu lama.

PERJALANAN MUBARAK

  • Terangkat dari jabatan wakil presiden setelah pembunuhan Presiden Anwar Sadat tahun 1981
  • Mendukung kebijakan berdamai dengan Israel, yang ditempuh Anwar Sadat.
  • Memberlakukan undang-undang darurat
  • Menang tanpa saingan dalam tiga pemilihan presiden
  • Meraih kemenangan dalam pemilihan presiden 2005, yang diikuti beberapa calon lain
  • Pertumbuhan ekonomi menjadi ujung tombak kekuasannya
  • Selamat dari upaya pembunuhan 1995
  • Menghadapi ancaman Islam radikal, antara lain pembunuhan massal di Luxor tahun 1997
  • Menekan para penantang politik
  • Kemerosotan ekonomi mendorong maraknya unjuk rasa anti kepemimpinannya
  • Mundur dari jabatan presiden 11 Februari 2011

Mubarak meneruskan kebijakan Presiden Sadat untuk berdamai dengan Israel, dan isu ini secara bertahap membuat dia dikenal secara internasional.

Dia terlibat erat dalam perundingan damai Mesir Israel di Camp David yang ditandatangani Presiden Sadat dan Perdana Menteri Menachem Begin pada tahun 1979.

Traktat perdamaian itu memperkuat hubungan Mesir dengan Amerika Serikat yang kemudian mendanai Mesir dengan bantuan miliaran dollar.

Bagi Amerika dan negara-negara sekutunya, Mesir merupakan negara kunci dalam konflik Israel-Palestina sebagai kekuatan yang moderat.

Namun sikap pemerintah Mesir ini membuat marah golongan Islam.

Percobaan pembunuhan

Selama menjadi Presiden, Mubarak enam kali lolos dari percobaan pembunuhan.

Nyawa Mubarak nyaris melayang ketika limousinenya dihujani tembakan ketika dia menghadiri KTT Afrika di Addis Ababa, Ethiopia, pada tahun 1995.

Di dalam negeri, pemerintah Mubarak menggunakan represi untuk menekan kelompok oposisi Ikhwanul Muslimin.

Di sisi lain Mubarak menciptakan stabilitas politik dan memajukan perekonomian sehingga rakyat menerima kekuasaannya.

Namun dalam tahun-tahun terakhir, Mubarak mendapat desakan untuk melakukan demokratisasi dari dalam negeri maupun dari Amerika Serikat.

Dewan militer janji cabut UU darurat

Lapangan Tahrir

Massa berkumpul lagi di Lapangan Tahrir menuntut Presiden Mubarak mundur.

Dewan tertinggi militer Mesir berjanji mencabut keadaan darurat yang sudah berlansung selama 30 tahun ketika "situasi sekarang berakhir".

Pernyataan itu diumumkan melalui televisi sementara massa berkumpul lagi di ibu kota Kairo.

Kini massa berkumpul di luar istana kepresidenan, Lapangan Tahrir dan gedung televisi nasional.

Militer Mesir menyatakan dalam "Komunike Nomor 2" bahwa "membenarkan pencabutan undang-undang keadaan darurat dengan segera setelah situasi sekarang berakhir".

Militer juga menyetujui penyerahan sebagian kekuasaan Presiden Mubarak kepada Wakil Presiden Omar Suleiman dan menjamin pemilihan presiden yang bebas dan adil, perubahan konstitusi dan "perlindungan negara".

Militer juga mendesak "perlunya kembali bekerja dengan tertib di gedung-gedung pemerintahan dan kembalinya kehidupan normal, melindungi kepentingan dan properti bangsa kita yang besar".

Pencabutan keadaan darurat merupakan salah satu kunci dari tuntutan para pengunjuk rasa.

Konflik dengan militer

Wartawan BBC Jon Leyne di Kairo mengatakan aksi protes hari Jumat bisa menghadapkan secara langsung para demonstran dengan militer.

Para pengunjuk rasa berencana untuk melakukan aksi di berbagai tempat.

"Kemarin di Lapangan Tahrir tentara mengatakan, 'jika Anda berarak ke istana, tidak akan ada tentara yang menghalangi Anda'. Saya kira tentara akan membantu rakyat."

Sherine Barakat

Aksi massa diperkirakan akan berlanjut sesudah shalat Jumat.

Jumat pagi massa berkumpul di luar gedung televisi nasional di mana tentara juga berjaga-jaga seputar gedung.

Penduduk Kairo Sherine Barakat mengatakan kepada BBC tidak yakin akan adanya bentrokan antara pengunjuk rasa dan tentara.

"Kemarin di Lapangan Tahrir tentara mengatakan, 'jika Anda berarak ke istana, tidak akan ada tentara yang menghalangi Anda'. Saya kira tentara akan membantu rakyat," katanya.

Dalam pidato televisi Kamis malam, Mubarak mengatakan dia berencana berkuasa sampai pemilu September. Dia berjanji menyerahkan sebagian kekuasaan kepada Wakil Presiden Omar Suleiman namun rinciannya tidak jelas.

Kedutaan Besar Mesir di Washington mengatakan perubahan itu berarti Suleiman secara de facto adalah presiden.

Namun massa di Lapangan Tahrir bereaksi marah dan berteriak-teriak "turun, turun" seraya mengacungkan sepatu sebagai isyarat melawan Mubarak.

Pengamat mengatakan, Mubarak diperkirakan akan mundur namun pengumuman Kamis malam menyebabkan ketidakpastian dan kebingungan.

Kronologi unjuk rasa Mesir

Setelah unjuk rasa selama dua minggu dan jatuh sekitar 200 korban jiwa, akhirnya Presiden Husni Mubarak mundur dan kekuasaan diserahkan kepada Dewan Militer.

25 Januari

Unjuk rasa di Mesir

Unjuk rasa di Mesir mulai berlangsung sejak tanggal 25 Januari.

Ribuan orang Mesir di berbagai kota turun ke jalan setelah beredarnya kampanye lewat internet.

Bentrokan marak antara polisi anti huru-hara dan pengunjuk rasa, yang mengangkat isu kemiskinan dan pengangguran. Beberapa pengunjuk rasa mengatakan tidak akan pergi sampai Mubarak mundur.

28 Januari

Unjuk rasa di Mesir semakin besar. Presiden Mubarak memberlakukan jam malam di Kairo, Iskandariyah, dan Suez. Tentara juga dikerahkan. Namun pengunjuk rasa tidak memperdulikan jam malam.

Terjadi bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa sementara penjarahan dilaporkan terjadi di sejumlah tempat. Sedikitnya dilaporkan 26 orang tewas sejak unjuk rasa marak.

Usai sembahyang Jumat, puluhan ribu orang bergabung dengan unjuk rasa di Kairo dan beberapa kota lainnya. Mereka menegaskan tuntutan agar Presiden Mubarak mundur.

Kantor pusat partai yang berkuasa, NDP, dibakar sementara pengunjuk rasa melakukan aksi siaga di kantor penyiaran negara serta kementerian dalam negeri.

Mubarak kemudian membubarkan kabinetnya. Dalam pidato TV nasional, dia mengatakan memahami keprihatinan pengunjuk rasa namun membela tindakan aparat keamanan.

Bentrokan

Bentroka terjadi antara pendukung Mubarak dan pengunjuk rasa.

Presiden Barack Obama menelepon Presiden Mubarak dan mengatakan Mubarak harus memberi makna pada janjinya untuk perekonomian yang lebih baik.

29 Januari

Presiden Mubarak menunjuk Kepala Badan Intelijen, Omar Suleiman, sebagai wakil presiden yang sebelumnya tidak ada. Sementara itu Menteri Penerbangan, Ahmed Shafiq, ditunjuk sebagai perdana menteri.

Bentrokan fisik terus berlangsung dan dalam waktu hari belakangan dilaporkan 74 orang tewas.

31 Januari

Militer Mesir menyatakan keberpihakan kepada puluhan ribu pengunjuk rasa dengan mengatakan militer mengakui hak-hak rakyat dan tidak akan menggunakan kekerasan terhadap mereka.

Wakil Presiden Omar Suleiman mengatakan Mubarak meminta dia untuk membuka dialog dengan semua partai politik untuk menempuh reformasi konstitusional.

1 Februari

Unjuk rasa besar-besar berlangsung di Kairo dan beberapa kota lainnya dalam unjuk rasa yang disebut 'pawai sejuta orang.'

Di Lapangan Tahrir, di pusat kota Kairo -yang menjadi pusat dari unjuk rasa menentang Mubarak- beberapa ratus ribu orang bergabung dalam unjuk rasa. Pria, perempuan, maupun anak-anak terlihat di Lapangan Tahrir.

Presiden Mubarak kembali menyampaikan pidato TV dengan menyatakan akan mundur setelah pemilihan presiden September. Dia juga menjanjikan reformasi konstitusi namun akan tetap pada jabatannya untuk menjamin peralihan kekuasaan yang tertib.

2 Februari

Militer meminta para pengunjuk rasa membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing dengan mengatakan pesan mereka sudah didengar.

Para pendukung Presiden Mubarak juga turun ke jalan dan berupaya menduduki Lapangan Tahrir. Terjadi bentrokan antara kelompok anti dan pro-Mubarak dengan menggunakan palang besi, batu, maupun bom molotov.

3 Februari

Bentrokan fisik antara kelompok anti dan pro-Presiden Mubarak berlangsung kembali.

4 Februari

Sekelompok orang tetap menggelar unjuk rasa di Lapangan Tahrir dalam aksi yang mereka sebut sebagai 'hari kepergian.'

Tentara meningkatkan keberadaannya di Kairo dan juga kota-kota lainnya sementara pendukung Mubarak menjaga jarak. Tidak terjadi lagi bentrokan fisik.

5 Februari

Kepemimpinan Partai NDP mengundurkan diri secara massal, termasuk putra Mubarak, Gamal Mubarak.

Unjuk rasa di Mesir

Pengunjuk rasa bertekad baru pulang setelah Mubarak muncur.

Sebelum Suleiman ditunjuk sebagai wakil presiden, banyak yang yakin Gamal yang akan menjadi penerus ayahnya.

6, 7, 8 Februari

Para pengunjuk rasa tetap datang ke Lapangan Tahrir di Kairo dan beberapa kota lainnya. Mereka menegaskan baru akan pulang setelah Mubarak mundur.

10 Februari

Para pejabat partai NDP dan juga petinggi militer memberi pertanda bahwa Presiden Mubarak akan mengundurkan diri.

Dengan pengumuman bahwa Mubarak akan menyampaikan pidato televisi, wartawan BBC di Lapangan Tahrir melaporkan suasananya seperti pesta yang meriah.

Namun Presiden Mubarak menyatakan bahwa dia tidak akan mengundurkan diri namun akan menyerahkan sebagian kekusaan kepada Wakil Presiden, Omar Suleiman.

Para pengunjuk rasa marah dan kembali memekik 'Mubarak mundur.'

11 Februari

Wakil Presiden Omar Suleiman mengumumkan Husni Mubarak mengundurkan diri.

Tokoh kunci militer Mesir

Dewan militer Mesir

Dewan militer Mesir kini memegang kekuasaan sementara di Mesir.

Ketika mengumumkan pengunduran diri Presiden Husni Mubarak, Wakil Presiden Omar Suleiman juga menyebutkan kekuasaan sementara diserahkan kepada dewan militer.

Selama unjuk rasa berlangsung, militer Mesir mengambil posisi untuk tidak mengambil tindakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa.

Dan dalam pernyataan yang dikeluarkan sehari sebelum Mubarak mundur (Kamis 10 Februari), dewan militer mengatakan akan tetap melindungi bangsa dan memenuhi aspirasi rakyat.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah pertemuan dewan militer yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan, Hussein Tantawi.

Perwira utama militer Mesir

Nama Jabatan Latar Belakang

Mohamed Hussein Tantawi

Menteri pertahanan yang ditunjuk menjabat wakil perdana menteri setelah pembubaran kabinet tanggal 29 Januari. Kini menjabat Ketua dewan militer.

Menjabat menteri pertahanan sejak tahun 1991 dan panglima angkatan bersenjata sejak 1995.

Sami Hafez Enan


Kepala staf angkatan darat

Menjabat kepala staf angkatan darat sejak tahun 2000

Abd el Aziz Seif-Eldeen

Komandan pertahanan udara

Ditunjuk sebagai komandan pertahanan udara sejak 1995

Reda Mahmoud Hafez Mohamed

Kepala staf angkatan udara

Menjabat kepala staf angkatan udara sejak 2007

Mohab Mamish

Kepala staf angkatan laut

Pernah berlatih di Amerika Serikat, Cina, Yunani, dan Prancis

Hassan al-Roueini

Panglima komando daerah militer Kairo

Menyampaikan pesan kepada para pengunjuk rasa di Lapangan Tahrir pada tanggal 11 Februari, sebelum Mubarak mundur, bahwa tuntutan mereka akan dipenuhi

Galeri foto mundurnya Mubarak

Rakyat Mesir bersuara soal Mubarak

Pengunjuk rasa

Salah seorang pengunjuk rasa yang menuntut Mubarak mundur.

Suara rakyat Mesir dan liputan BBC menanggapi turunnya Presiden Husni Mubarak dari jabatannya.

Seorang pengacara bernama Sherif El Husseiny,33, mengatakan di Lapangan Tahrir: " Saya tidak percaya saya akan melihat presiden lain di masa hidup saya! Saya lahir pada masa Anwar Sadat dan baru berusia empat tahun ketika dia meninggal.

"Saya terharu dengan berita turunnya Mubarak. Tidak ada yang akan bisa menghalangi rakyat Mesir. Ini zaman baru bagi Mesir."

"Sejarah," begitu komentar singkat Riyaad Minty lewat twitter.

Wartawan BBC Jon Leyne di Kairo: "Suasananya seperti negara ini dibebaskan, semua orang menmbunyikan klakson dan melambaikan bendera."

Jenderal Purnawirawan Samah Seif El Yazal mengatakan kepada BBC: "Ada dua arah yang bisa diambil oleh Dewan Militer tertinggi. Pertama adalah meminta pemerintah yang ada sekarang untuk menjalankan pemerintahan selama masa transisi selama sekitar setahun".

"Opsi lainnya adalah bagi tentara untuk menjalankan negara lewat sebuah dewan. Kami sangat ingin tahu pilihan mana yang mereka ambil."

Simbol perlawanan melawan Presiden Mubarak, Wael Ghonim, mengatakan lewat twitter: "Pahlawan yang sebenarnya adalah pemuda Mesir di Lapangan Tahrir dan di daerah-daerah lain."

Pemimpin oposisi Mohamed El Baradei mengatakan: "Ini merupakan hari paling hebat dalam hidup saya".

Pemenang hadiah Nobel ini mengatakan Mesir "dibebaskan setelah puluhan tahun ditindas" dan dia memperkirakan akan terjadi peralihan kekuasaan yang "indah".

Wartawan BBC Hamada Abu Qammar mengatakan banyak warga Palestina di Gaza melepaskan tembakan ke udara untuk merayakan turunnya Presiden Mubarak.

Gerakan Hamas yang menguasai Gaza menyebut mundurnya Mubarak sebagai "awal dari kemenangan revolusi Mesir".



Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.