Militer mulai kosongkan lapangan Tahrir

Terbaru  13 Februari 2011 - 09:05 GMT
Mesir

Masih banyak pemrotes yang memilih bertahan di lapangan Tahrir sampai reformasi selesai.

Militer Mesir mulai mengosongkan lapangan Tahrir dari demonstran yang telah menginap selama 20 hari.

Para demonstran itu mengatakan tetap akan bertahan sampai dilaksanannya reformasi.

Lapangan Tahrir merupakan pusat berkumpulnya para demonstran yang menuntut Hosni Mubarak mundur dari jabatannya sebagai Presiden Mesir.

Tuntutan Ratusan ribu para pemrotes akhirnya terpenuhi pada Jumat lalu, Hosni Mubarak mundur sebagai Presiden.

Jumlah para pemrotes yang bertahan di lapangan Tahrir semakin berkurang.

Meskipun ada laporan terjadi perkelahian antara tentara dan demonstran garis keras di lapangan Tahrir pada minggu (13/2) pagi, wartawan BBC Jon Leyne mengatakan operasi untuk mengosongkan lapangan Tahrir dari pemrotes tidak provokatif.

Akhir pekan ini, para relawan mulai membersihkan sampah dan rongsokan dari jalanan dan lapangan Tahrir.

Sementara itu, masyarakat Mesir juga masih merayakan mundurnya Hosni Mubarak.

Pasca Mubarak mundur, militer memegang kendali dan berjanji untuk melakukan peralihan kekuasaan kepada sipil dengan damai.

Dalam pernyataannya di televisi pada Sabtu lalu, militer meminta agar pemerintahan yang sekarang teap bertahan sampai adanya pemerintahan baru.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.