Kekayaan Cina gusur Jepang

Terbaru  14 Februari 2011 - 04:16 GMT
China manufacture

Cina mengambil keuntungan dari gaji buruh yang rendah dan angka permintaan yang tinggi di pasar barat.

Cina mengambil posisi Jepang sebagai negara terkaya kedua di dunia setelah Tokyo mengumumkan angka ekonomi mereka sebesar US$5,474 triliun di akhir tahun 2010, sementara Cina mendekati US$5,8 triliun di periode yang sama.

Tahun lalu ekonomi Jepang terpukul akibat menurunnya angka ekspor dan permintaan konsumer, sementara Cina menikmati ledakan manufaktur.

Dengan angka pertumbuhan seperti saat sini, pengamat menilai Cina sepertinya juga akan mengambil alih AS sebagai negara terkaya di dunia dalam satu dekade.

"Sangat realistis untuk mengatakan kalau dalam 10 tahun kekuatan ekonomi Cina akan sama dengan AS,'' kata Tom Miller dari GK Dragonomics, konsultan ekonomi di Beijing.

Permintaan negatif

Berdasarkan data terakhir, ekonomi Jepang berkontraksi sebesar 1,1% dalam tiga bulan terakhir tahun 2010. Dengan pertumbuhan ekonomi yang turun 0,3% dari kuartal sebelumnya.

Ini merupakan yang pertama dalam lima kuartal terakhir ekonomi Jepang mengalami kontraksi dan ini disebabkan oleh penurunan permintaan domestik dan ekspor.

Analis mengatakan meski awal tahun ini permintaan meningkat, tetapi tidak akan ada kebangkitan mendadak dalam ekonomi Jepang.

Takeshi Minami, kepala ekonom di Institut Riset Norinchukin mengatakan, "akan sangat sulit bagi perekonomian Jepang untuk bangkit dari tidur dalam periode Januari-Maret''.

"Akan sangat sulit bagi perekonomian Jepang untuk bangkit dari tidur dalam periode Januari-Maret"

Takeshi Minami

"Meski ekonomi tidak akan memburuk, tetapi pemulihan tidak cukup bagi warga yang benar-benar merasakan keterpurukan ekonomi.''

'Dekade yang hilang'

Jepang saat ini tengah berjuang untuk keluar dari masa dimana banyak analis mengatakan seperti ''dekade yang hilang'' saat ekonomi Jepang juga terpuruk pada tahun 1990 ketika pasar properti jatuh.

Permintaan domestik jatuh dan ekspor juga menurun karena konsumer lebih memilih produk yang lebih murah dari Cina.

Akibatnya, mayoritas pertumbuhan Cina didapat dari ledakan manufaktur dan ekspansi industri domestik dan infrastruktur yang berlanjut.

"Penekanannya pada infrastruktur,'' kata Duncan Innes-Ker dari Economist Intelligence Unit (EIU) di Beijing.

"Mereka membangun jauh dari permintaan orang kebanyakan. Dan karena infrastrukuturnya telah terbangun maka banyak perusahaan yang kesana.''

Gambaran besar

Mayoritas ekonom setuju kalau disaat ekonomi Cina tumbuh, dan terjadi peningkatan kekayaan secara individual tetapi hal itu tidak menggambarkan seutuhnya jika dibanding dengan ekonomi Jepang.

"GDP per orang di Cina sekitar US$4.500, tetapi di Jepang berada pada kisaran $40.000 per orang,'' kata Miller dari GK Dragonomics.

"Masih banyak orang Cina yang miskin, lebih banyak orang tinggal di pinggiran kota ketimbang di pusat kota. Secara rata-rata orang Jepang lebih kaya dari orang Cina''.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.