Anggota parlemen Burma mundur

Gedung Parlemen Burma Hak atas foto BBC World Service
Image caption Gedung parlemen Burma terletak di ibukota pemerintahan Naypidaw

Seorang mantan jenderal mengundurkan diri dari parlemen Burma yang baru memulai masa sidangnya dua minggu lalu.

Tin Aye merupakan jenderal yang berada pada urutan keenam dalam hirarki rezim militer Burma yang sudah menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil.

Pernah menjabat kepala staf angkatan darat, Tin Aye dikenal dekat dengan mantan pemimpin rezim Burma, Than Shwe.

Tin Aye meninggalkan tugas kemiliteran untuk bergabung dengan Partai Solidaritas dan Pembangunan, yang didukung militer, dan menjadi calon anggota parlemen dalam pemilihan umum yang petama kali digelar sejak 20 tahun lalu.

Pengunduran dirinya, yang disampaikan dalam sidang parlemen di ibukota pemerintahan Naypidaw, tampaknya mengejutkan banyak anggota parlemen, seperti dilaporkan wartawan NNC, Vivien Marsh.

Apalagi pengunduran itu hanya sekitar dua minggu sejak parlemen menggelar sidang pertama sehingga banyak pihak yang tertanya-tanya karena dia tidak menjelaskan alasannya.

Muncul spekulasi bahwa pengunduran itu merupakah salah satu indikasi bahwa peralihan kekuasaan di Burma tidak semulus yang direncanakan sebelumnya.

Burma menggelar pemilihan umum pada bulan Novermber 2010, yang diboikot oleh partai pimpinan pro-demokrasi, Aung San Suu Kyi.

Meski rezim militer Burma menegaskan pemilu berlangsung jujur dan adil, sejumlah negara Barat dan PBB mengecamnya.

Partai Solidaritas dan Pembangunan meraih 80% suara dalam pemilihan umum tersebut.

Berita terkait