Tunisia minta Ben Ali diekstradisi dari Arab Saudi

Mantan Presiden Tunisia, Ben Ali Hak atas foto BBC World Service
Image caption Mantan Presiden Ben Ali dikabarkan dalam kondisi koma akibat stroke

Pemerintah sementara Tunisia meminta agar Arab Saudi menjelaskan kondisi kesehatan mantan Presiden Zine el-Abidine Ben Ali, setelah sejumlah laporan menyebut dirinya terkena stroke parah dan harus dirawat di rumah sakit.

Tunisia mengatakan jika masih hidup, Ben Ali harus diekstradisi dari Arab Saudi untuk menghadapi dakwaan di Tunis terkait dugaan korupsi dan pembunuhan.

Televisi Tunisia menunjukkan setumpuk uang dalam mata uang asing dan berlian yang disebut-sebut didapat dari dari satu dari sejumlah rumah milik mantan presiden itu.

Ben Ali lari ke Arab Saudi bulan lalu setelah digulingkan aksi protes massa yang kesal karena tingkat pengangguran tinggi serta korupsi merajalela selama 23 tahun masa pemerintahannya.

Tuntutan ekstradisi diajukan pemerintah Tunisia ditengah aksi protes ribuan orang di ibukota Tunis untuk menuntut agar pemerintahan pelaksana saat ini mundur.

Uang selemari

Sebuah tim bentukan PBB menyebutkan selama masa demonstrasi menggulingkan Presiden ben Ali, sedikitnya 219 orang tewas -termasuk mereka yang meninggal akibat penjara yang terbakar- hingga Ben Ali lari ke Arab Saudi.

Kantor berita AP mengutip pernyataan sebuah kelompok pembela hak perempuan setempat juga menyebut bahwa pasukan keamanan melakukan pemerkosaan, penyiksaan dan merampok warga ditengah rusuh.

Sementara dakwaan baru para penyelidik menyatakan bahwa Ben Ali dan keluarganya mempunyai rekening bank serta rumah dan properti di sejumlah negara sebagai sarana untuk mencuci uang yang didapat secara ilegal.

Sehari sebelum tuntutan ekstradisi diajukan saluran TV milik negara menyiarkan berita menggemparkan yang mengklaim para penyelidik telah menemukan lemari penuh dengan perhiasan, uang kontan serta harta benda lain dalam sebuah penyimpanan rahasia dibelakang sebuah lemari buku di salah satu istana Ben Ali.

Televisi menyiarkan gambar-gambar dimana penyelidik membuka tumpukan uang yang dikemas dalam pecahan besar uang dollar, euro dan sejumlah mata uang asing lain, serta memamerkan onggokan kalung berlian dan permata yang dikumpulkan dalam kotak-kotak kayu berukir di sebuah bangunan kawasan mewah Tunis, Sidi Bousaid.

Berita terkait