Turisme di Mesir mulai buka lagi

Piramid Mesir Hak atas foto BBC World Service
Image caption Piramid di pinggir Kairo nyaris tanpa turis selama rusuh Mesir

Mesir mulai kembali membuka sebagian besar museum dan situs bersejarahnya setelah ditutup berminggu-minggu sejak gelombang demo dan kerusuhan mulai Janurai lalu.

Sejumlah turis yang kembali mendatangi Museum Mesir di Kairo, yang mempunyai koleksi topeng emas Tutankhamun serta berbagai barang bersejarah tinggi lainnya, disambut oleh staf museum dengan kalungan mawar.

Museum ini terletak dekat Lapangan Tahrir ,lokasi utama aksi demo Mesir, dimana sejumlah artefak dicuri atau dirusak ditengah rusuh lalu.

Jalan-jalan menuju lokasi piramid di pinggir Kairo juga diblokade oleh kendaraan militer ditengah krisis lalu.

Diperkirakan revolusi Mesir meyebabkan inutri turisme negara itu kehilangan pendapatan tiga perempat miliar dollar.

Sepi turis

Selain mawar, seperti ditulis Reuters, nampak pula sambutan berupa umbul-umbul dan balon untuk para turis yang mulai mendatangi lokasi wisata di Kairo.

Sebagian lokasi sudah dibuka sejak hari Minggu (20/01) kemarin meskipun ada pula yang sudah lebih dulu buka.

Pemandu wisata memperkirakan hanya ada 20 sampai 40 turis asing yang datang setiap hari sejak revolusi menggulingkan Presiden Hosni Mubarak berlangsung. Meskipun banyak negara mngeluarkan peringatan agar turis tidak mengunjungi Mesir untuk sementara ditengah rusuh lalu, ada saja yang memilih memanfaatkan situasi ini.

Seorang turis dari New Zealand, Carine Rigal, mengatakan dirinya menikmati situasi sepi turis di piramida Kairo.

"Terakhir kali kesini penuh turis tetapi kali ini hampir-hampir saya nikmati sendiri. Menyenangkan," tambahnya. Turisme adalah industri yang menyokong sekitar 10 persen pendapatan nasional Mesir, dan kehilangan kedatangan jutaan turis sangat memukul ekonomi negara itu. Perbankan juga mulai dibuka kembali hari Minggu setelah mogok pekerja di seluruh negeri membuat mereka terpaksa tutup tiga hari pekan lalu.

Berita terkait