RI pantau batas Thailand-Kamboja

kompleks candi peninggalan abad XI, Preah Vihear
Image caption Kompleks candi peninggalan abad XI, Preah Vihear sudah lama menjadi sengketa bilateral

Thailand dan Kamboja sepakat mengizinkan pengamat Indonesia untuk memantau wilayah perbatasan yang dipersengketakan.

Thailand dan Kamboja terlibat dalam bentrok berdarah di kawasan sekitar candi kuno Preah Vihear.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan Asean di Jakarta hari Selasa (22/02).

Menlu RI Marty Natalegawa mengatakan pengamat tak bersenjata akan berada di kedua sisi perbatasan.

Sedikitnya delapan orang tewas awal bulan ini dalam bentrokan di dekat kompleks candi peninggalan abad XI, Preah Vihear.

Candi, yang berada di pegunungan yang menjadi perbatasan Thailand dan Kamboja, diserahkan kepada Kamboja pada tahun 1962 oleh mahkamah internasional.

Namun, kedua belah pihak sama-sama menyatakan pemilik kawasan di sekitar candi, dan pasukan kedua negara terlibat dalam serentetan pertempuran kecil beberapa tahun terakhir.

Bentrok terbaru berlangsung awal Februari, kedua belah pihak saling tuding melanggar kedaulatan.

Sipil dan militer

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Laporan-laporan dari Jakarta mengatakan sekitar 50 pengamat militer dan sipil akan dikirim ke kawasan.

''Ini tim pengamat, bukan tim penjaga perdamaian atau penegak perdamaian. Tim pengamat tidak akan bersenjata,'' kata menlu RI.

Indonesia saat ini mendapat giliran menjabat ketua ASEAN.

Sebagai pengamat, Indonesia akan membuat laporan secara berkala kepada kedua pihak, jika diketahui keduanya melanggar kesepatan damai tersebut.

Marty menolak jika dikatakan ASEAN terlambat mengambil peran dalam menyelesaikan konflik ini, setelah Kamboja awal bulan ini meminta Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan untuk menghentikan masalah ini.

Berita terkait